Categories

Lesson 6

Blog Archive

Follower

Statistik

Get Gifs at CodemySpace.com
Tampilkan postingan dengan label Manajemen SDM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen SDM. Tampilkan semua postingan

MAKALAH PERILAKU KEORGANISASIAN


Dasar-dasar Perilaku Individual Serta Individu dalam Organisasi

PENDAHULUAN


Dalam menghadapi era globalisasi ini, organisasi perlu meningkatkan kinerjanya agar mampu bersaing dalam banyak konteks, yang bermakna bahwa kapasitas untuk ' berubah 'dari sebuah organisasi penting sekali. Organisasi yang harus berubah adalah organisasi yang menggabungkan pembelajaran dalam tempat kerjanya. Upayanya  berupa kualitas adaptasi dan aspek fundamental dimana  individu harus melihat kedalam perubahan suatu paradigma. Dalam kontek ini individu haruslah merubah sikap atau dengan kata lain menyesuaikan perkembangan jaman karena individu dianggap sebagai penentu maju mundurnya suatu organisasi.
Dikarenakan individu adalah segalanya bagi perkembangan organisasi, mungkin bisa dikata bahwa organisasi tanpa individu adalah suatu kebohongan belaka atau tak mungkin. Dari hal ini maka kita lihat mengenai sebagian sifat dan pemikiran individu yang harus dimiliki demi terwujudnya suatu organisasi yang baik. Walaupun tanpa meniadakan komponen - komponen lain seperti teknologi.













PEMBAHASAN

v  Dasar-Dasar Perilaku Individual
Ø  Karakteristik Biografis

Individu dalam Organisasi


Ø  Pemikiran Sistem (Systems Thinking)
'Systems thinking' dapat membantu individu memahami kompleksitas organisasi yang timbul dari sebuah proses, peralatan, pelanggan, lingkungan kerja dan sebagainya. la memberi gambaran menyeluruh (the big picture) mengenai organisasi sebagai satu entiti kompleks yang mengandung berbagai bagian dan bagaimana bagian-bagian ini bergabung menjadi satu dan seterusnya bagaimana pula gabungan ini menjadi satu bagian dari satu sistem yang lebih besar. Berbeda dengan pendekatan 'reductionist' yang mengasingkan bagian-bagian itu yang dikaji dan dianalisis, pemikiran sistem tertuju pada interaksi antara bagian-bagian dalam sistem yang mempunyai bentuk perilaku. Ini bermakna bahwa dalam pendekatan ini, analisis akan mengembang untuk mengambil bilangan interaksi besar dan yang semakin membesar. Penemuan yang diperoleh terkadang akan sangat berbeda terutama dalam sistem yang kompleks dan dinamik, berbeda dengan analisis secara konvensional. Banyak masalah yang dihadapi sekarang adalah berbentuk kompleks, melibatkan banyak pihak.. Mengurus masalah-masalah ini tidak mudah serta memerlukan analisis 'the big picture'. Dan pemikiran sistem dapat membantu dalam hal ini.

Ø  Komunikasi Interpersonal

Dasar-Dasar Perilaku Individual


Ø  Karakteristik Biografis
§  Usia
Usia akan sedikit banyak mempengaruhi produktivitas, dimana ada keyakinan bahwa semakin tua seseorang produktivitasnya akan merosot, missal dalam hal kecepatan, kekuatan, kecekatan dan koordinasi. Namun kesimpulan yan wajar menyebutkan jika ada kemerosotan karena usia sering diimbangi dengan pengalaman.
§  Jenis kelamin
Tidak ada perbedaan yang konsisten pria-wanita dalam memecahkan masalah, keterampilan analisis, motivasi, dan kemampuan belajar, dan ada study yang menyatakan bahwa wanita lebih bersedia memenuhi wewenang, dan pria lebih agresif dan besar kemungkinan dari wanita dalam memiliki pengharapan. Namun dalam hal produktivitas tidak begitu berbeda.
§  Status perkawinan

Cara Melakukan Hipnotis

Definisi : Hipnotis adalah salah satu cabang magic yang digunakan untuk bermain dengan alam bawah sadar manusia. Setelah seseorang memasuki alam bawah sadarnya, kita bisa menanamkan sugesti tertentu dalam pikiran mereka, dan membuat mereka melakukan hal-hal yang kita perintahkan.

Perlu Diketahui :
- Hipnotis (terutama "extreme hypnotist" seperti yang sering dilakukan Romi Rafael) hanya akan berhasil apabila sang objek (sukarelawan) bersedia dihipnotis.

- Alam pikiran manusia dibagi menjadi dua, yaitu alam sadar (conscious mind) dan alam bawah sadar (unconscious mind). Tujuan hipnotis adalah membuat sang sukarelawan berada di alam bawah sadar mereka. Keadaan setelah sang sukarelawan melakukan berbagai macam hal dalam pengaruh alam bawah sadar

Wawancara dan Tes Psikologi (Psikotes)


Berbohong saat tes wawancara bukan hanya tak berguna, tapi juga bisa membuat Anda tidak diterima. Lebih bijaksana bila pertanyaan dijawab apa adanya, spontan, langsung ke pokok persoalan, tidak mengada-ada, tidak menggurui, dan sopan.

"Padahal tinggal wawancara lo, kok gagal. Dulu juga begitu, selalu kandas di tahap ini". Keluhan macam itu banyak kita dengar dari mereka yang tak lolos dalam wawancara psikologi untuk melamar kerja. Sebuah kenyataan yang menyesakkan, apalagi kebanyakan tahapan wawancara berada diakhir proses seleksi. Lolos di sini berarti si calon diterima di tempat kerja yang baru.
Wawancara psikologi punya banyak makna. Ada beberapa versi, salah satunya, menurut Bingham dan Moore, wawancara adalah "... conversation directed to define purpose other than satisfaction in the conversation itself". Sedangkan menurut Weiner, "The term interview has a history of usage going back

Cara Berpakaian Yang Baik Dalam Wawancara


Berpakaian yang "baik" dalam wawancara memang tidak dapat digeneralisasikan karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan-kebiasaan/budaya perusahaan yang berbeda. Namun, ada beberapa tips yang dapat diingat, antara lain:

Cari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan mewawancarai Anda. Beberapa perusahaan memiliki peraturan atau "kebiasaan" berpakaian secara formal, tetapi ada juga yang semi formal, atau bahkan ada yang bebas. Hal ini penting, agar Anda tidak dilihat sebagai "orang aneh', disesuaikan dengan posisi yang akan dilamar. Bagi pelamar pria disarankan menggunakan kemeja lengan panjang dan berdasi, tidak perlu menggunakan jas. Berpakaian rapi dan bersih, tidak kusut. Hal ini memberi kesan bahwa Anda menghargai wawancara ini.
Berpakaian dengan warna yang tidak terlalu menyolok (mis. mengkilap, ngejreng).

Persiapan Menghadapi Wawancara


Wawancara adalah bagian dari proses penerimaan karyawan yang sering kali membuat banyak orang merasa ketar-ketir. Berbeda dengan proses lainnya misalnya psikotes atau tes keterampilan yang mungkin masih bisa ditebak, wawancara sama sekali tidak terduga, baik mengenai karakter pewawancara maupun pertanyaan yang akan diajukan.

Satu hal yang pasti, proses wawancara mempunyai tujuan tertentu. Bisa saja dimaksudkan untuk lebih mengetahui keterampilan teknis yang dimiliki pelamar, mengetahui kepribadian pelamar, atau sekadar mengetahui kemampuan pelamar menangani berbagai situasi yang berbeda.
Wawancara biasanya dilakukan untuk melengkapi hasil tes tertulis. Hal-hal yang tidak mungkin diperoleh dari tes tertulis akan digali melalui proses wawancara. Dalam hal ini, Anda dituntut untuk benar-benar menguasai bidang pekerjaan yang Anda lamar, sehingga pertanyaan apa pun yang diajukan dapat dijawab dengan

Persiapan Menghadapi Psikotes


Jika suatu ketika Anda mengikuti psikotes, konsultan pada Dunamis Intermaster, Tomy Sudjarwadi, menyarankan untuk mempersiapkan beberapa hal sebagai berikut:

Pertama, Anda harus yakin terlebih dahulu bahwa posisi yang akan dimasuki lewat tes itu bukan semata-mata karena pertimbangan ekonomis, yakni untuk mendapatkan pekerjaan dan uang saja. Namun, harus ada unsur kecocokan dengan kemampuan.
Kedua, persiapkan diri dengan istirahat yang cukup. Seringkali, seseorang sebenarnya mampu mengerjakan tes. Namun, ketegangan membuat hasil tes menjadi jelek. Oleh karena itu, Anda harus beristirahat satu atau dua hari sebelumnya agar kondisi fisik menjadi prima.
Ketiga, jangan melihat jawaban orang lain. Pasalnya, hal tersebut akan membuat hasil Anda bertentangan dengan kondisi pribadi yang sesungguhnya. Isilah apa adanya. Jangan lupa untuk menjawab apa yang Anda ketahui terlebih dahulu.

Menulis Surat Lamaran di Email


Makin banyak perusahaan yang membolehkan para calon karyawan untuk mengirimkan lamarannya lewat email. Hal ini tentunya menguntungkan baik bagi perusahaan maupun pelamar. Bagi perusahaan, ini akan mengurangi jumlah surat lamaran dalam bentuk kertas yang harus mereka terima dan arsipkan. Selain itu, lebih mudah bagi perusahaan untuk mem-forward surat lamaran berbentuk email ke para usernya.

Bagi calon karyawan, ini akan menolong mereka untuk mengirimkan lamaran secara cepat. Jika Anda mengirimkan lamaran ke banyak perusahaan, dengan mudah Anda dapat mengkopi email lamaran Anda sebelumnya dan menyesuaikannya.
Tentu saja semua tips umum menulis surat lamaran tetap perlu diikuti.
1. Judul Email
Judul email Anda haruslah menolong penerimanya untuk segera mengetahui maksud dari email Anda. Karena

Tips & Trick Membuat/Menulis Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae atau Resume)


Format Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup atau sering disebut Resume, di setiap negara berbeda-beda. Hal ini karena dipengaruhi oleh budaya, kebiasaan, pandangan politik, juga aturan main yang berbeda-beda.
Sebagai contoh, untuk resume standar di Amerika Serikat (USA) tidak perlu mencantumkan hal-hal yang dianggap sangat pribadi seperti foto, status perkawinan, tempat dan tanggal lahir.
Sedangkan di Indonesia justru sebaliknya, dalam membuat CV atau Daftar Riwayat Hidup, justru wajib mencantumkan status perkawinan, tempat dan tanggal lahir, serta melampirkan foto.
Berikut ini beberapa hal yang hendaknya diperhatikan dalam membuat Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup, atau Resume untuk perusahan/instansi/lembaga di Indonesia (baik untuk perusahaan/lembaga lokal, nasional, maupun internasional).

A. Urutan Penulisan Curriculum Vitae (Resume, Daftar Riwayat Hidup)
1. Identitas (Data Pribadi)
Cantumkan identitas anda dengan jelas, seperti : Nama Lengkap, Jenis Kelamin, Tempat dan Tanggal Lahir, Kewarganegaraan, Agama, Status Perkawinan, Tinggi dan Berat Badan, Alamat Lengkap, Telepon & HP, serta e-mail (bila ada).

Tips Umum Membuat Resume


Resume atau riwayat singkat yang berisi pengalaman dan ketrampilan yang dimiliki oleh seseorang yang melamar sebuah pekerjaan amatlah menentukan bagi dipilih atau tidaknya si pelamar untuk masuk ke tahapan selanjutnya dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan. Resume yang dibuat dengan baik akan mempermudah pembacanya (baca: recruiter) dalam mengevaluasi kualifikasi yang dimiliki oleh si pelamar.

Pentingnya membuat resume yang dirancang secara khusus (bukan menjiplak model resume orang lain) seringkali tidak disadari oleh si pelamar. Dalam banyak kasus masih sering dijumpai bahwa pelamar justru menggunakan format resume yang sudah baku dengan cara membeli formulir resume yang dijual di toko-toko buku atau pun mendownload formulir yang terdapat di websites. Memang hal ini tidaklah sepenuhnya salah, namun demikian si pelamar hendaklah mempertimbangkan apakah format tersebut sudah cocok dengan karakter dirinya. Apa yang terjadi jika ternyata format baku tersebut, setelah diisi oleh pelamar, ternyata

Sumber penolakan


n  Organisasi dapat menolak perubahan
n  Sumber penolakan:
¨ Ketidakpastian, faktor utama
¨ Kepentingan diri sendiri, perubahan akan mengurangi gaji, pdptn, wewenang
¨ Persepsi yang berbeda, manajer lebih cepat memahami
¨ Perubahan suasana kerja, perubahan akan mengubah kemapanan yang ada.

MANAJEMEN PERUBAHAN


n  Organisasi harus bisa beradaptasi dengan lingkungannya.
n  Organisasi harus berubah mengikuti perkembangan lingkungan.
n  Perubahan yang ideal adalah perubahan yang direncanakan
n  Karakteristik perubahan

EVALUASI PRESTASI


n  INFORMAL
¨ Menegur kesalahan
¨ Memuji keberhasilan
¨ Karyawan dapat feedback  tetapi tidak menyeluruh
n  FORMAL, mempunyai 3 fungsi:
¨ Efektifitas seleksi / pelatihan
¨ Sbg dasar penggajian

PROSES SELEKSI


 n  SOSIALISASI
n  Diperkenalkan mengenai
n  Organisasi, kebijakan dan prosedur, sejarah, misi visi organisasi, rekan kerja dan informasi yang relevan
n  Agar dapat berintegrasi dengan lancar dengan organisasinya.

Peramalan tenaga kerja


¨ Penjualan
¨ Analisis TK internal
n Ketrampilan & kemampuan sesuai yg dibutuhkan
n Dapat melakukan kerja dengan efektif
n Jika tidakà rekrut dari luar


n  PENARIKAN TENAGA KERJA

Manajemen Koordinasi Merchandise dan Toko


Pengecer independen kecil sedikit kesulitan koordinasi toko mereka kegiatan jual beli. Pemilik-manajer biasanya membeli barang dagangan dan bekerja dengan penjual mereka untuk menjualnya. Dalam kontak erat dengan pelanggan, pemilik-manajer tahu apa yang pelanggan mereka inginkan.
Meningkatkan apresiasi terhadap Lingkungan Hidup untuk meningkatkan koordinasi, pengecer berusaha untuk meningkatkan kontak pembeli dengan pelanggan dan meningkatkan komunikasi informal antara pembeli dan pribadi toko yang menjual barang dagangan yang mereka beli.

Sentralisasi dan Desentralisasi


Sentralisasi versus Desentralisasi
Sentralisasi adalah ketika kewenangan untuk ritel adalah keputusan didelegasikan kepada manajer perusahaan daripada geografis manajer. Desentralisasi adalah ketika kewenangan untuk keputusan ritel ditugaskan untuk tingkat yang lebih rendah dalam organisasi.
Pengecer mengurangi biaya saat membuat keputusan terpusat dalam manajemen perusahaan. Pertama, overhead jatuh karena manajer lebih sedikit dibutuhkan untuk membuat barang dagangan, sumber daya manusia, pemasaran, dan keputusan keuangan.

Sumber Daya Manusia Tiga Serangkai


Sumber daya manusia profesional, yang biasanya bekerja di luar kantor perusahaan, memiliki pengetahuan khusus praktik sumber daya manusia dan undang-undang perburuhan. Mereka bertanggung jawab untuk menetapkan kebijakan sumber daya manusia yang memperkuat strategi pengecer dan menyediakan peralatan dan pelatihan yang digunakan oleh manajer lini dan karyawan untuk melaksanakan kebijakan tersebut. Menyimpan atau s baris manajer, yang terutama bekerja di toko, bertanggung jawab untuk membawa kebijakan untuk hidup melalui manajemen sehari-hari karyawan yang bekerja untuk mereka.

Manajemen Sumber Daya Manusia


Manajemen sumber daya manusia sangat penting dalam bisnis ritel karena karyawan memainkan peran utama dalam melaksanakan fungsi kritis bisnis. Dalam perusahaan manufaktur, peralatan modal (mesin, sistem komputer, robot) sering digunakan untuk melakukan pekerjaan karyawan sekali pun. Tetapi ritel dan layanan lainnya bisnis tetap padat karya. Pengecer masih mengandalkan orang untuk melakukan kegiatan bisnis ritel dasar, seperti membeli, menampilkan barang dagangan, dan menyediakan pelayanan kepada pelanggan.
Kegiatan dilakukan untuk menerapkan strategi sumber daya manusia pengecer, termasuk merekrut, memilih, pelatihan, pengawasan, evaluasi, dan kompensasi asosiasi penjualan, biasanya dilakukan oleh manajemen toko.