Categories

Lesson 6

Lesson 2

Blog Archive

Follower

Statistik

Get Gifs at CodemySpace.com
Tampilkan postingan dengan label Etika Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Etika Bisnis. Tampilkan semua postingan

ETIKA DEONTOLOGIS IMMANUEL KANT


1.         Ajaran pokok etika deontologis Kant

            Etika deontologis adalah teori filsafat moral yang mengajarkan bahwa sebuah tindakan itu benar kalau tindakan tersebut selaras dengan prinsip kewajiban yang relevan untuknya. Akar kata Yunani deon berarti 'kewajiban yang mengikat'. Istilah "deontology" dipakai pertama kali oleh C.D. Broad dalam bukunya Five Types of Ethical Theory. Etika deontologis juga sering disebut sebagai etika yang tidak menganggap akibat tindakan sebagai faktor yang relevan untuk diperhatikan dalam menilai moralitas suatu tindakan. (non-consequentialist theory of ethics).

            Para penganut etika deontologis, seperti Immanuel Kant (1724-1804) sebagai pelopornya misalnya, berpendapat bahwa norma moral itu mengikat secara mutlak dan tidak tergantung dari apakah ketaatan atas norma itu membawa hasil yang menguntungkan atau tidak. Misalnya norma moral "jangan bohong" atau "bertindaklah secara adil" tidak perlu dipertimbangkan terlebih dulu apakah menguntungkan atau tidak, disenangi atau tidak, melainkan selalu dan di mana saja harus ditaati, entah apa pun akibatnya. Hukum moral mengikat mutalk semua manusia sebagai makhluk rasional.

PENGERTIAN DAN RELEVANSI ETIKA


1.         Arti

            Kata "etika" yang secara etimologis berasal dari kata Yunani "ethos", harafiah berarti "adat kebiasaan," "watak" atau "kelakuan manusia". Sebagai suatu istilah yang cukup banyak dipakai dalam hidup sehari-hari, kata tersebut memiliki arti yang lebih luas dari sekedar arti etimologis-harafiah. Dalam pemakaian sehari-hari, sekurang-kurangnya dapat dibedakan tiga arti kata "etika."  Arti pertama adalah sebagai "sistem nilai." Kata "etika" di sini berarti nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan hidup atau sebagai pedoman penilaian baik-buruknya perilaku manusia, baik secara individual maupun sosial dalam suatu masyarakat. Arti pertama ini misalnya dipakai dalam “Etika Jawa”, “Etika Protestan” dsb. Arti yang kedua adalah "kode etik"; maksudnya adalah sebagai kumpulan norma dan nilai moral yang wajib diperhatikan oleh pemegang profesi tertentu. Sebagai contoh misalnya pemakaian dalam istilah "Etika Rumah Sakit," "Etika Jurnalistik." Arti ketiga, dan yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah ilmu yang melakukan refleksi kritis dan sistematis tentang moralitas. Etika dalam arti ini sama dengan filsafat moral. Secara etimologis, kata "etika" sebenarnya sama dengan kata "moral." Kata "moral" berasal dari akar kata Latin "mos" - "moris" yang sama dengan kata "etika" dalam bahasa Yunani, berarti "adat kebiasaan." Sebagai istilah, keduanya kadang dibedakan. Istilah "etika" dipakai untuk menyebut ilmu dan prinsip-prinsip dasar penilaian baik-buruknya perilaku manusia. Sedangkan istilah "moral" untuk menyebut aturan dan norma yang lebih konkret bagi penilaian baik-buruknya perilaku manusia. 

PERKEMBANGAN ETIKA PROFESI



1.      PENTINGNYA ETIKA PROFESI
Apakah etika, dan apakah etika profesi itu ? Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik. Menurut Martin (1993), etika didefinisikan sebagai “the discpline which can act as the performance index or reference for our control system”. Dengan demikian, etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya. Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik. Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepenringan kelompok sosial (profesi) itu sendiri.

Makalah Etika Bisnis


ETIKA BISNIS DAN PENDIDIKAN

Dalam sistem perekonomian pasar bebas, perusahaan diarahkan untuk mencapai tujuan mendapatkan keuntungan  semaksimal mungkin, sejalan dengan prinsip efisiensi. Namun, dalam mencapai tujuan tersebut pelaku bisnis kerap  menghalalkan berbagai cara tanpa peduli apakah tindakannya melanggar etika dalam berbisnis atau tidak.

Hal ini terjadi akibat manajemen dan karyawan yang cenderung mencari keuntungan semata sehingga terjadi  penyimpangan norma-norma etis, meski perusahaan perusahaan tersebut memiliki code of conduct dalam berbisnis  yang harus dipatuhi seluruh organ di dalam organisasi. Penerapan kaidah good corporate governace di perusahaan swasta, BUMN, dan instansi pemerintah juga masih lemah. Banyak perusahaan melakukan pelanggaran, terutama dalam  pelaporan kinerja keuangan perusahaan.

MASALAH POKOK DALAM ETIKA BISNIS


Tom Cannon

Andaikan anda adalah seorang direktur teknik yang harus menerapkan teknologi baru. Anda tahu teknologi ini diperlukan dapat meningkatkan efisiensi industri, namun pada saat yang sama juga membuat banyak pegawai yang setia akan kehilangan pekerjaan, karena teknologi ini hanya memerlukan sedikit tenaga kerja saja. Bagaimana sikap anda? Dilema moral ini menunjukkan
Bahwa masalah etika juga meliputi kehidupan bisnis. Perusahaan dituntut untuk menetapkan patokan etika yang dapat diserap oleh masyarakat dalam pengambilan keputusannya. Sedangkan di pihak lain, banyak masyarakat menganggap etika itu hanya demi kepentingan perusahaan sendiri. Tantangan yang dihadapi serta kesadaran akan keterbatasan perusahaan dalam memperkirakan dan mengendalikan setiap keputusannya membuat perusahaan semakin sadar tentang tantangan etika yang harus dihadapi.

Jenis-jenis/ macam Riba di Perbankan


Dalam ilmu fiqh dikenal tiga jenis riba yaitu:
a. Riba Fadl
Riba Fadl disebut juga riba buyu yaitu yang timbul akibat pertukaran barang
sejenis yang tidak memenuhi kriteria sama kualitasnya (mistlan bi mistlin), sama
kuantitasnya (sawa-an bi sawa-in) dan sama waktu penyerahannya (yadan bi
yadin). Pertukaran semisal ini mengandung gharar yaitu ketidakjelasan bagi kedua
pihak akan nilai masing-masing barang yang dipertukarkan. Ketidakjelasan ini
dapat menimbulkan zalim terhadap salah satu pihak, kedua pihak, dan pihak-pihak
lain.
Contoh berikut ini akan memperjelas adanya gharar. Ketika kaum Yahudi
kalah dalam perang Khaibar, maka harta mereka diambil sebagai rampasan perang

Perencanaan Benchmarking


Menentukan apa yang akan dibenchmark
 Tujuannya menentukan ruang lingkup aktivitas benchmarking
 Penentuan ini tentunya berdasarkan keputusan manajemen yang merupakan hasil diskusi dan juga mempertimbangkan resources yang ada
 Dalam penentuan ini juga harus mempertimbangkan needs dari customer serta arah perusahaan ke depan ( vision ).
Beberapa area benchmarking
Produk
Proses
Fungsi pendukung
Performansi organisasi
Strategi
Menentukan jenis benchmarking
Tujuannya adalah menentukan jenis benchmarking yang akan dilakukan.

ANALISIS PROSES BISNIS


  PERTEMUAN  3
¡  Metode Pengumpulan Informasi
¡  Ada tiga metode yang dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk pemetaan proses bisnis :
§  Wawancara satu persatu
§  Wawancara Kelompok
§  Membuat sendiri / menganalisis sendiri

¡  Melakukan Benchmarking (1)
¡  Benchmarking adalah  kerjasama  (alliance)  antar  partner dapat  antara

Analisis Proses Bisnis


Definisi  Proses
§  proses adalah “satu set aktivitas dan sumber daya yang terdefinisi dan menerima input serta merubahnya menjadi output.”

¡  Ruang lingkup meluas dari yang paling besar dan kompleks kepada yang paling mendasar. Semua aktivitas pekerjaan adalah sebuah proses.
¡  Contoh Proses
¡  Menerima order dari pelanggan
¡  Merencanakan rapat
¡  Merakit komponen
¡  Mengadakan audit
¡  Memilih Pemasok
¡  Mengelola stok gudang, dll.

¡  Istilah-istilah(1)
Ada beberapa istilah yang sering digunakan dalam pembahasan mengenai proses, yaitu:

Ethos Kerja Profesional


§   ETHOS KERJA
§   Adalah spirit, semangat dan mentalitas yang mewujud menjadi seperangkat perilaku kerja yang khas dan unggul seperti :
§   Rajin, antusias
§   Teliti, tekun
§   Kerja keras
§   Ulet, sabar
§   Bertanggung jawab
§   Hemat, efisien
§   Menghargai waktu

§   ETOS JERMAN

Etika dan Profesi


 PENGERTIAN ETIKA
u  Aturan perilaku dan adat kebiasaan manusia dlm pergaulan antara sesamanya.
u  Aturan tersebut menegaskan mana yg benar & mana yg buruk.

u ASAL KATA
u Etika/Etik berasal dari kata Yunani – Ethos yg artinya norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah & ukuran bagi tingkah laku manusia yg baik.
u  Etika dlm perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia.
u  Etika memberi manusia orientasi bagaimana menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari.
u  Etika membantu manusia utk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dlm menjalani hidup ini.

Hal Penting Etika Bisnis


Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain ialah: 

1. Pengendalian diri
Artinya, pelaku-pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. Disamping itu, pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang dan menekan pihak lain dan menggunakan keuntungan dengan jalan main curang dan menakan pihak lain dan menggunakan keuntungan tersebut walaupun keuntungan itu merupakan hak bagi pelaku bisnis, tetap penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. Inilah etika bisnis yang "etis".

2. Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility)

ETIKA BISNIS DAN PENDIDIKAN


Dalam sistem perekonomian pasar bebas, perusahaan diarahkan untuk mencapai tujuan mendapatkan keuntungan  semaksimal mungkin, sejalan dengan prinsip efisiensi. Namun, dalam mencapai tujuan tersebut pelaku bisnis kerap  menghalalkan berbagai cara tanpa peduli apakah tindakannya melanggar etika dalam berbisnis atau tidak.

Hal ini terjadi akibat manajemen dan karyawan yang cenderung mencari keuntungan semata sehingga terjadi  penyimpangan norma-norma etis, meski perusahaan perusahaan tersebut memiliki code of conduct dalam berbisnis  yang harus dipatuhi seluruh organ di dalam organisasi. Penerapan kaidah good corporate governace di perusahaan swasta, BUMN, dan instansi pemerintah juga masih lemah. Banyak perusahaan melakukan pelanggaran, terutama dalam  pelaporan kinerja keuangan perusahaan.