Judul awal tulisan ini sebenarnya "Jangan Pasrah pada Kekurangan Hidup" namun pada saat hendak posting saya mengubahnya menjadi kalimat yang lebih tegas dan lebih eye catching 
Kekurangan hidup itu banyak macamnya. Bisa lahiriah bisa batiniah. Bisa sejak lahir bisa juga karena keadaan. Apapun sebabnya, tak pantas dan tak guna kita meratapinya.
Jika anda lahir dalam kondisi difabel (ada fungsi tubuh yang tidak dapat digunakan seperti umumnya orang lain), tak usah menyesali kondisi tersebut. Jangan juga menjadi rendah diri karena diperolok sebagai orang cacat.
Martabat manusia bukan pada sikap lahiriah semata. Orang yang memperolok kondisi difabel anda semestinya dikasihani karena dia hanya bisa menang dengan cara memperolok sesuatu diluar kuasa kita. Dia tak punya power dan alasan yang lebih real untuk bisa mengalahkan kita.
Tak usah menunggu uluran tangan dan rasa kasihan orang lain. Buktikan bahwa kita mampu hidup dan menghidupi orang lain. Menyesali kondisi yang sudah ada hanya akan meruntuhkan semangat dan membuat hidup kita lebih sulit untuk dijalani.
Kekurangan hidup itu banyak macamnya. Bisa lahiriah bisa batiniah. Bisa sejak lahir bisa juga karena keadaan. Apapun sebabnya, tak pantas dan tak guna kita meratapinya.
Jika anda lahir dalam kondisi difabel (ada fungsi tubuh yang tidak dapat digunakan seperti umumnya orang lain), tak usah menyesali kondisi tersebut. Jangan juga menjadi rendah diri karena diperolok sebagai orang cacat.
Martabat manusia bukan pada sikap lahiriah semata. Orang yang memperolok kondisi difabel anda semestinya dikasihani karena dia hanya bisa menang dengan cara memperolok sesuatu diluar kuasa kita. Dia tak punya power dan alasan yang lebih real untuk bisa mengalahkan kita.
Tak usah menunggu uluran tangan dan rasa kasihan orang lain. Buktikan bahwa kita mampu hidup dan menghidupi orang lain. Menyesali kondisi yang sudah ada hanya akan meruntuhkan semangat dan membuat hidup kita lebih sulit untuk dijalani.


