Categories

Lesson 6

Blog Archive

Follower

Statistik

Get Gifs at CodemySpace.com
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Jangan Menyesali dan Meratapi Kekurangan Hidup Kita


Judul awal tulisan ini sebenarnya "Jangan Pasrah pada Kekurangan Hidup" namun pada saat hendak posting saya mengubahnya menjadi kalimat yang lebih tegas dan lebih eye catching ;-)

Kekurangan hidup itu banyak macamnya. Bisa lahiriah bisa batiniah. Bisa sejak lahir bisa juga karena keadaan. Apapun sebabnya, tak pantas dan tak guna kita meratapinya.

Jika anda lahir dalam kondisi difabel (ada fungsi tubuh yang tidak dapat digunakan seperti umumnya orang lain), tak usah menyesali kondisi tersebut. Jangan juga menjadi rendah diri karena diperolok sebagai orang cacat.

Martabat manusia bukan pada sikap lahiriah semata. Orang yang memperolok kondisi difabel anda semestinya dikasihani karena dia hanya bisa menang dengan cara memperolok sesuatu diluar kuasa kita. Dia tak punya power dan alasan yang lebih real untuk bisa mengalahkan kita.

Tak usah menunggu uluran tangan dan rasa kasihan orang lain. Buktikan bahwa kita mampu hidup dan menghidupi orang lain. Menyesali kondisi yang sudah ada hanya akan meruntuhkan semangat dan membuat hidup kita lebih sulit untuk dijalani.
Category: 0 komentar

Makalah Pendidikan


KATA PENGANTAR
Segala puji hanya milik-Nya, Tuhan semesta alam yang senantiasa melimpahkan
rahmat, hidayah, serta inayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kami
yang berjudul “Modernisasi Sistem Pendidikan Pesantren”. Sholawat serta salam tetap
terlimpah curah tiada henti kepada makhluk terbaik-Nya, Nabi Muhammad Saw, yang
senantiasa kita harapkan syafaatnya.
Makalah ini kami susun atas dasar tugas yang telah diamanatkan kepada kami
oleh Bapak Dr. Phil. Khoirun Ni’am sebagai dosen pembimbing mata kuliah Teknik
Penulisan Karya Ilmiah. Kami sebagai penyusun, menyadari sepenuhnya bahwa dalam
makalah ini banyak sekali kekurangan. Untuk itu, kami senantiasa mengharap saran serta
kritik yang membangun. Akan tetapi, kami juga tetap berharap semoga makalah yang
telah kami susun ini senantiasa bermanfaat bagi pembacanya. Amin.
Surabaya, 31 Desember 2009
Penyusun
Category: 0 komentar

Menghargai "Perjuangan" untuk berubah


Banyak orang yang mengeluh, sulitnya untuk mengubah orang lain, tetapi setelah merenung lagi jauh ke dalam dirinya, faktanya menjadi sangat sulit mengubah diri sendiri…


Bila diri sendiri saja sulit diubah, apa lagi mati-matian mau menuntut orang lain untuk berubah?



Masalahnya ada juga orang yang sudah ingin berubah, tetapi kondisinya belum memungkinkan baginya untuk berubah.

Ada juga yang sudah mulai mengubah kebiasaan negatifnya, mengubah sifat buruknya, tapi sama sekali tidak mendapat penghargaan dan perhatian dari orang terdekatnya, akibatnya ia pun merasa sia-sia mengubah diri…

Ada juga yang berani tampil beda, dengan berusaha mencari perhatian dari sekitarnya, maksud hatinya mau memberitahu pada dunia kalau dia sudah berubah, tetapi malah cemooh dan tampang-tampang sinis, yang dihadapinya. Mungkin karena terlalu over confidence kali yeee…

Ada yang akhirnya trauma untuk mengubah sifat dan karakternya, karena dibilang “sok suci, elo udah bukan lagi diri loe..”

Ada yang nekad mati-matian untuk merayu orang-orang yang dulu sebagai temannya, yang telah menjauhinya karena sikap dirinya, yang dulu dianggap mereka sudah kelewatan, untuk berteman dan bersahabat lagi, tetapi mendapat reaksi yang membuatnya kecewa dan menjadi ‘mundur dan minder’ dalam menjalin hubungan persahabatan kembali.



Masih banyak lagi tentunya, kasus-kasus yang didapatkan dalam kehidupan ini, yang terjadi di depan mata, yang ada disekitar kita, yang menghiasi hari-hari kita……



Yang ingin saya sampaikan di sini adalah, kita harus “Menghargai” Perjuangan seseorang untuk mengubah dirinya, dengan memberikan kesempatan padanya untuk memperbaiki dirinya.

Jangan selalu menuntut orang lain untuk berubah, karena kita sendiri butuh proses dan perjuangan untuk mengubahnya.

Berikan dukungan moral, dan dorongan bagi mereka yang ingin memperbaiki ‘hubungan’ yang kurang harmonis menjadi hubungan yang jauh lebih mesra dan harmonis.

Berikan kesempatan bagi mereka yang ingin menjalin kembali tali-tali persahabatan yang telah putus, atau yang telah diulur sampai kendur…



Mudah untuk mencari musuh, tetapi sulit untuk mencari sahabat;

mudah mencari pasangan hidup baru, tetapi sulit mempertahankan pasangannya sendiri;

mudah mencari cinta semu, tetapi sulit mencari cinta yang tulus;

mudah menyalahkan orang lain, tetapi sulit melihat kesalahan sendiri;

mudah untuk berkata ‘mundur’, tetapi sulit untuk melangkah ‘maju’ kembali;

mudah untuk berpisah, mengapa sulit untuk ‘bersatu’ lagi?

mudah memberi ‘label’ pada seseorang, tetapi mengapa sulit mencabut ‘label’ yang sudah diberikan?



Nah.. bila anda seorang pejuang, maka akan sangat mengerti arti sebuah pengorbanan.

Bila anda adalah seorang yang senang berkorban, maka akan sangat mengerti arti menjadi ‘korban’ itu sendiri, dan jangan mencari ‘korban’ baru, dengan mengorbankan orang lain…

Bila anda adalah orang yang optimis, maka bantulah orang-orang yang pesimis.

Bila anda adalah seorang pesimis, mengapa tidak mencari teman orang yang realistis?



Apapun gaya hidup anda, apapun pengorbanan anda, bagaimanapun perjuangan anda…

semua itu tidak akan sia-sia… dan ingatlah, bila orang-orang masih sulit menerima anda,

minimal di sisi lain, pasti banyak yang menanti kebaikan anda.

Bila teman, sahabat, pasangan anda yang lalu tidak dapat kembali disisimu lagi,

jangan khawatir pasti masih banyak orang yang ingin menerima anda menjadi temen,

sahabat, saudara, ataupun pasangan anda.

Jangan menyerah…

Tiada seorang pejuang yang mudah menyerah…



Semoga semua orang yang berhubungan dengan anda, akan dapat menghargai perjuanganmuuntuk melangkah ke arah yang lebih terang, baik, damai, dan tenang……

masa lalu biarlah berlalu, sambutlah masa depan yang ceria, dengan memperbaiki diri kita yang sekarang.Tidak perlu dengar “apa kata orang” tapi dengarlah “apa kata hatimu saat ini”

tentunya dengarkanlah kata hati yang tidak ‘makan hati’….
Category: 0 komentar

Bagaimana Manyikapi Hidup

Banyak orang yang bertanya bagaimana menyikapi hidup?


ada yang bilang: “Jalani aja…”


ada yang bilang: “seperti air mengalir, jangan di bendung biar saja mengalir”


“Jangan kau lihat kebelakang… tataplah kedepan”


“Jangan hidup dengan masa lalu… jadikan masa lalumu membuat kau lebih hidup!”


“Jangan Melawan kehendak alam, dengarkan suara hatimu, dan jangan kau tentang nuranimu…”


“Jangan membuat hari-harimu menderita karena pikiranmu”




Semua pesan-pesan diatas, benar adanya.. tetapi semua penuh dengan kata JANGAN….. Jangan ini Jangan itu…. Jangan begini Jangan begitu… Sepintas memang kata-kata yang bijaksana…


Tetapi secara umum, orang yang sedang gundah, tidak senang mendengar kata JANGAN, karena baginya itu adalah larangan. dan siapapun tidak menyukai larangan, walalupun hai itu positif…


Jadi gimana dong?


Diganti kali yah sentuhan kata-katanya:


“Cobalah kita bersama menjalaninya… kamu tidak sendirian, saya pun sedang belajar melangkah dalam kehidupan ini…”


“Hidup ini memang seperti air yang mengalir, biarkanlah ia mengalir ke tempat-tempat yang memerlukannya…”


“Memang setiap manusia memiliki masa lalunya, bahagia dan sedih adalah satu proses yang kita jalani, semua itu dapat menjadikan kita lebih bijak dalam menjalani kehidupan ini… mari melangkah mantap ke depan sana… langkahkan kakimu… satu dua…tiga…”


“Biarlah kau telah menderita kemarin, marilah isi kebahagiaan bagi masa depan nantinya”








Akhirnya:
Bersikap ramah pada siapapun merupakan kewajiban yang perlu kita jalankan…..
Bersikap luwes pada apapun merupakan sikap yang perlu dikembangkan…
Tetapi tidak menjadi lemah dan lemes dalam menghadapi segala persoalan hidup..
Jalani dan isilah hari-harimu dengan hal-hal positif yang membuatmu tegar….
Category: 0 komentar

Do'a melawan sifat Malas dan Pengecut

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَالْهَمِّ وَعَذَابِ الْقَبْرِ اللَّهُمَّ آتِ


نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ


يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا


Maksudnya: "Ya Allah ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung
Category: 0 komentar

Muhammad SAW

Apakah Kita benar-benar kenal Nabi Kita? Yaitu kenal secara lahir dan batinnya, jasmani, maknawi dan rohaninya Atau Kita hanya kenal secara lahir saja, tidak lebih dari itu?! Atau Kita kenal secara ngasal saja?

Sebenarnya kalau Kita kenal secara lahir dan batin, jasmani, spiritual pribadi Nabi Kita Pasti Kita jatuh hati kepadanya, Kita akan cinta, Kita akan menyebut selalu namanya
Dalam shalawat dan memori terhadapnya, Kita akan terasa terhutang budi kepadanya
Karena kedatangannya dan jasanya kepada dunia

Muhammad SAW Nabi Kita ...
Category: 0 komentar

Sikap dan Nasibmu

Mereka dengan Sikap negatif selalu berpikir, “Saya tidak bisa”
Mereka dengan Sikap positif selalu berpikir, “Saya pasti bisa”
Mereka dengan Sikap negatif selalu berpikir, “Mungkin ada jalan keluar, tapi terlalu sulit”
Mereka dengan Sikap positif selalu berpikir, “Hal ini mungkin sulit, tapi ada jalan keluar”
Mereka dengan Sikap negatif selalu pasrah dengan keadaan, sementara mereka dengan Sikap positif selalu mengambil tindakan.
Mereka dengan Sikap negatif selalu melihat keterbatasan-keterbatasan, sedangkan mereka dengan Sikap positif selalu melihat kemungkinan-kemungkinan.
Sikap atau Attitude sangat menentukan value kita dalam mengarungi kehidupan ini.  Banyak orang mengira bahwa sikap adalah hal sepele yang begitu saja mudah diabaikan.  Tapi jangan salah, sikap kita menentukan nasib kita kedepan
So, jalanilah hidup ini dengan POSITIF THINGKING dan tetap SEMANGAT!!!!!!!!!!!!!
Category: 1 komentar