Categories

Lesson 6

Lesson 4

Blog Archive

Follower

Statistik

Get Gifs at CodemySpace.com
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi Manajemen. Tampilkan semua postingan

PERAN AKUNTAN MANAJEMEN DI PERUSAHAAN



Akuntan manajemen di Perusahaan tidak hanya terbatas personil yang
bekerja di Unit Kerja Akuntansi (disebut Biro Akuntansi), namun juga
ditempatkan secara formal di unit kerja lain yang masih relevan atau bahkan
ditempatkan di unit kerja yang kurang relevan tetapi sangat membutuhkan
dukungan ilmu akuntansi.
1. Fungsi Internal Audit
Untuk membantu manajemen khususnya Direktur Utama dalam

Syarat Akuntan Manajemen


Pengalaman pada saat rekrutmen akuntan / sarjana akuntansi yang baru dan
penempatan akuntan manjemen baik yang baru diterima sebagai karyawan
maupun dalam melakukan mutasi/rotasi di PT Pupuk Kujang, dapat diberikan
gambaran persyaratan yang dibutuhkan dari seorang akuntan manajemen
yang akan bekerja di perusahaan, sebagai berikut:
1. Pemahaman ilmu akuntansi dan implementasinya di perusahaan
Sesuai dengan tujuan perkuliahan di perguruan tinggi jurusan akuntansi,

EVA dan Residual Income


Akuntansi dan Penilaian Kinerja
Laporan keuangan memberikan ikhtisar mengenai keadaan suatu perusahaan, yang disebut neraca yang mengungkapkan nilai aktiva, utang dan modal pada suatu saat tertentu, dan laporan laba rugi yang melaporkan hasil-hasil yang dicapai selama suatu periode tertentu biasanya meliputi periode satu tahun.
Untuk mengukur tingkat pengembalian suatu investasi atau modal terdapat beberapa alat ukur, mulai dari ROI (return on investment), ROE (return on equity), EPS (earning per share), dan lain-lain.
Indikator yang paling sering digunakan selama ini dalam menilai kinerja adalah ROI (return on investment). ROI adalah perbandingan antara laba dengan jumlah investasi. ROI menggambarkan kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan netto. Perhitungan ROI didapat dari keuntungan netto sesudah pajak dibagi jumlah aktiva dan hasilnya berupa persentase. Namun, perhitungan ROI dirasakan mempunyai beberapa kelemahan:
  1. ROI tidak membawa keadilan bagi sesama pusat pendapatan. Kenaikan dalam ROI belum tentu berarti bagus bagi para pemegang saham.
  2. Banyaknya biaya diluar kendali
  3. Dampak jangka panjang
Economic Value Added (EVA)

PENILAIAN KINERJA MANAJEMEN


Pengertian kinerja 
Penilaian kinerja adalah penentuan secara periodik efektivitas operasional perusahaan suatu organisasi, bagaina organisasi dan karyawannya berdasarkan sasaran, standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.
Manfaat Penilaian Kinerja
   Mengelola operasi organisasi secara efektif dan efisien melalui pemotivasian karyawan secara maksimum
   Membantu pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan karyawan ex: promosi, mutasi dan pemberhentian
   Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan dan untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan karyawan
   Menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana atasan mereka menilai kinerja mereka
   Menyediakan unsur distribusi penghargaan
Tahap penilaian dan kriteria kinerja
Penilaian kinerja dilaksanakan dalam dua tahap utama yakni tahap persiapan dan tahap penilaian.
Terdapat tiga macam kriteria ukuran dalam mengukur kinerja antara lain:

TARGET COSTING


Pengertian
Target biaya atau target costing adalah metode penentuan biaya produksi dimana perusahaan terlebih dahulu menentukan biaya produksi yang harus dikeluarkan berdasarkan harga kompetitif, dengan demikian perusahaan memperoleh laba yang diharapkan.
Target biaya = harga jual – laba yang diharapkan.
Terdapat dua alasan mengapa target costing sebaiknya digunakan perusahaan didalam situasi pasar yang sangat kompetitif:
  1. Perusahaan tidak dapat menentukan dan mengendalikan harga jual produknya secara sepihak.
  2. Sebagian besar biaya produk ditentukan pada tahap design.
Siklus biaya (The cost life cycle)
Siklus biaya adalah urutan aktivitas biaya dalam perusahaan mulai dari riset dan pengembangan, desain,

Penetapan harga jual produk dan harga transfer


Kebijakan harga jual produk
Salah satu persoalan rumit yang dihadapi oleh manajemen suatu perusahaan adalah menetapkan harga jual produk perusahaan.  Harga jual produk perusahaan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Penetapan harga jual produk memerlukan berbagai pertimbangan yang terintegrasi. Mulai dari biaya produksi, biaya operasional, target laba yang diinginkan perusahaan, daya beli masyarakat, harga jual pesaing, kondisi perekonomian secara umum elastisitas harga produk dan sebagainya.
Metode penetapan harga jual
Secara umum terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk menentukan harga jual suatu produk dengan berbasis pada besarnya biaya yang dikeluarkan perusahaan, yaitu sebagai berikut:

Anggaran dan fungsi manajemen (2)


Klasifikasi Biaya
Secara umum biaya dalam perusahaan manufaktur dikelompokkan menjadi beberapa biaya menurut spesifikasi biayanya yakni:
n  Biaya bahan baku
n  Biaya tenaga kerja langsung
n  Biaya overhead yang terdiri dari: biaya bahan penolong (bahan tidak langsung), biaya tenaga kerja penolong (tenaga kerja tidak langsung), biaya pabrikase, biaya pemasaran dan biaya administrasi dan umum.
Kemudian biaya-biaya tersebut dikelompokkan lagi kedalam 2 kelompok besar yakni:
Ø   Biaya Produksi yang terdiri dari: biaya bahan baku langsung dan biaya overhead.
Ø   Biaya Operasional yang terdiri dari biaya pemasaran dan biaya administrasi dan umum.
Anggaran Biaya Bahan Baku

ANGGARAN DAN FUNGSI MANAJEMEN (1)


PENGERTIAN ANGGARAN
Anggaran adalah rencana kerja organisasi dimasa mendatang yang diwujudkan dalam bentuk kuantitatif, formal dan sistematis.
Anggaran memiliki kemiripan dengan ramalan dan proyeksi. Tetapi, antara anggaran dengan ramalan maupun dengan proyeksi memiliki perbedaan.
Ciri-ciri anggaran
          Dinyatakan dalam satuan moneter
          Umumnya mencakup kurun waktu satu tahaun
          Mengandung komitmen manajemen
          Usulan anggaran disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi dari pelaksana anggaran
          Perubahan anggaran (hanya dilakukan apabila ada keadaan khusus)
Analisis yang mendalam apabila terdapat adanya penyimpangan (varians)
Fungsi Anggaran
Berkaitan erat dengan empat fungsi manajemen yang antara lain:

Akuntansi Pertanggungjawaban


Akuntansi Pertanggungjawaban (responsibility accounting) adalah suatu sistem akuntansi yang mengakui berbagai pusat tanggung jawab pada kseluruhan organisasi itu dan mencerminkan rencana dan tindakan setiap pusat tanggungjawab itu dengan menetapkan penghasilan dari biaya tertentu bagi pusat yang memiliki tanggungjawab bersangkutan.
Jenis Pusat Pertanggungjawaban
Keseluruhan fungsi dan tingkatan manajemen, seperti yang tercantum didalam struktur organisasi berbagai perusahaan dapat dibagi menjadi beberapa jenis:
          Pusat Biaya
Adalah bagian terkecil dari kegiatan atau bidang tanggung jawab untuk mengakumulasikan biaya-biaya.
          Pusat Laba
Adalah salah satu bagian dari suatu perusahaan yang seringkali disebut sebagai suatu divisi, yang bertanggungjawab atas pendapatan maupun pengeluaran perusahaan.
          Pusat Investasi
Adalah salah satu bagian dari organisasi perusahaan yang bertanggungjawab atas pendapatan dan biaya sekaligus dihubungkan dengan modal yang digunakan oleh bagian tersebut. Dalam praktiknya, istilah pusat investasi jarang yang digunakan oleh berbagai perusahaan yang ada.
Pelaporan
Laporan akuntansi pertanggungjawaban kepada berbagai tingkat manajemen didalam suatu perusahaan dapat dibagi menjadi laporan pelaksanaan dan laporan informasi:
  1. Laporan pelaksanaan tanggungjawab adalah laporan yang merupakan laporan tanggung-gugat (accountable) yang memiliki dua tujuan, yakni: memberikan informasi kepada manajer dan atasan mengenai pelaksanaan atau prestasi kerja dalam bidang-bidang yang ditanggungjawabkan dan mendorong para manajer dan atasan untuk mengambil tindakan langsung yang diperlukan guna memperbaiki prestasi kerja
Laporan informasi adalah laporan yang disusun dengan maksud agar para manajer memperoleh informasi yang relevan dengan bidang mereka, walaupun tidak perlu berkaitan langsung dengan tanggung jawab spesifik atau prestasi mereka.
Kriteria Laporan yang Baik
Untuk membuat laporan yang baik terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi:
  1. Ditujukan kepada pihak yang tepat
  2. Konsisten
  3. Tepat waktu
  4. Teratur
  5. Mudah dimengerti
  6. Penjelasan yang terinci
  7. Dapat dibandingkan
  8. Bersifat analitis
  9. Tingkat efisiensi 

Balanced Score Card


Balanced Scorecard merupakan alat manajemen kontemporer untuk menilai kinerja eksekutif perusahaan yang mencakup keuangan, pelanggan, proses bisnis, pembelajaran dan pertumbuhan.
Balanced Scorecard mengukur kinerja eksekutif perusahaan didalam empat aspek organisasi yang saling menunjang satu dengan yang lainnya, yaitu aspek keuangan, pelanggan, proses bisnis dan pembelajaran dan pertumbuhan.
Empat Aspek dalam Balanced Scorecard
n  Keuangan
Aspek keuangan adalah ukuran kinerja manajemen yang terkait dengan hasil tertinggi  yang dapat diberikan kepada pemegang saham perusahaan yang mencakup: return on investment, assets turnover,revenue mix, dan berkurangnya biaya secara signifikan.
n  Pelanggan
Aspek pelanggan yaitu ukuran kinerja manajemen yang terkait dengan upaya untuk terus meningkatkan kepuasan terhadap pelanggan termasuk pangsa pasarnya, yang mencakup jumlah pelanggan baru, jumlah costumer dan non customer, kecepatan layanan pelanggan.
n  Proses Bisnis
Aspek proses bisnis yaitu ukuran kinerja manajemen yang memfokuskan perhatian pada proses bisnis internal yang mendorong bisnis perusahaan. Yang mencakup cycle time, cycle delivery, cycle effectiveness.
n  Pembelajaran dan pertumbuhan
Aspek pembelajaran dan pertumbuhan adalah ukuran kinerja manajemen untuk menilai seluruh upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang dimiliki perusahaan dan infrastruktur pendukungnya yang mencakup skill coverege, quality work life index
Manajemen Strategi
Manajemen strategi adalah suatu proses yang digunakan oleh manajemen dan karyawan untuk merumuskan dan menimplementasikan strategi dalam penyediaan costumer value terbaik untuk mewujudkan visi organisasi atau perusahaan.
Didalam manajemen strategi, pembangunan masa depan perusahaan dibagi menjadi dua tahap pekerjaan yakni:
  1. Mental Creation atau pembangunan mental yang dilakukan melalui empat tahap yakni: meliputi perumusan strategi, perencanaan strategis, penyusunan program dan penyusunan anggaran
  2. Physical Creation adalah aktivitas fisik yang mencakup dua tahap, yaitu implementasi (implementation) dan pemantauan (monitoring)
BSC sebagai alat manajemen strategi
Sebagai alat perencanaan manajemen strategi, bsc dipergunakan sebagai indikator dari seluruh perencanaan beserta realisasi aktivitas usaha sebuah organisasi. BSC sebagai alat perencanaan manajemen strategik harus mampu menjawab empat pertanyaan utama yang berkaitan dengan aktivitas utama perusahan tersebut, yakni sebagai berikut:
  1. Bagaimana pandangan para pelanggan terhadap perusahaan? (perspektif pelanggan)
  2. Proses bisnis apa yang harus dilakukan ditingkatkan atau diperbaiki perusahaan? (perspektif proses bisnis internal)
  3. Apakah perusahaan dapat melakukan perbaikan dan menciptakan nilai secara berkesinambungan? (perspektif pertumbuhan dan pembelajaran)
  4. Bagaimana penampilan perusahaan dimata para pemegang saham? (perspektif keuangan)
Seluruh proses manajemen strategi dengan menggunakan BSC sebagai landasan pemikiran, dibagi menjadi dua aktivitas:
  1. Aktivitas yang berpusat pada proses, dan
Aktivitas yang berpusat pada manusia 

ANALISIS BIAYA DIFERENSIAL


n  BIAYA DIFERENSIAL
Biaya diferensial adalah berbagai perbedaan biaya diantara sejumlah alternatif pilihan yang dapat digunakan perusahaan.
n  ANALISIS BIAYA DIFERENSIAL
Analisis biaya diferensial digunakan untuk menentukan kenaikan pendapatan, biaya dan marjin laba sehubungan dengan beberapa cara untuk menggunakan fasilitas tetap atau kapasitas tersedia
Terdapat dua kriteria penting agar suatu jenis biaya dapat dikelompokkan sebagai biaya diferensial atau biaya relevan:
  1.  Biaya tersebut merupakan biaya yang akan datang
  2.  Biaya tersebut berbeda diantara sejumlah alternatif
Manfaat Analisis Biaya Diferensial
n  Untuk menentukan apakah menerima pesanan tambahan
n  Untuk menentukan apakah menurunkan harga pesanan khusus
n  Untuk menentukan apakah memproduksi sendiri atau membeli
n  Untuk menentukan apakah mentup fasilitas
n  Untuk menentukan apakah menghentikan produk tertentu
n  Untuk menentukan apakah memproses lebih lanjut atau tidak
Hubungan dengan titik impas
Titik impas adalah volume penjualan yang dicapai perusahaan tidak memperoleh laba/rugi sama sekali. Pada volume penjualan impas ini seluruh biaya tetap yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam kapasitas produksi yang direncanakan telah ditutup. Seluruh biaya tetap dalam kapasitas produksi yang direncanakan telah dibebankan pada volume impas.
Pengaruh Terhadap Anggaran Laba
Anggaran disusun dengan beberapa asumsi dasar, salah satunya adalah harga telah ditetapkan pada suatu tingkat tertentu. Jika dalam pelaksanaanya kemudian perusahaan merubah harga jual menjadi lebih rendah, tentunya hal tersebut akan berpengaruh secara langsung terhadap perolehan laba usaha perusahaan.

Analisis Biaya-Volume-Laba

Analisa biaya-volume-laba adalah suatu metode analisis untuk melihat hubungan antara besarnya biaya yang dikeluarkan suatu perusahaan dan besarnya volume penjualan serta laba yang diperoleh pada suatu periode tertentu
Hubungan Diantara Beberapa Elemen
Analisis biaya-volume-laba membantu manajer untuk melihat hubungan antara lima elemen:
  1. Harga produk
  2. Volume atau tingkat aktivitas
  3. Biaya variabel per unit
  4. Total biaya tetap
  5. Bauran produk
Marjin Kontribusi & Titik Impas
Marjin  kontribusi adalah selisih antara nilai penjualan dengan biaya variabelnya. Jumlah tersebut akan digunakan untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan laba periode tersebut. Besarnya marjin konribusi per unit yang dapat diperoleh suatu perusahaan akan menentukan kecepatan perusahaan tersebut menutup biaya tetapnya dan kemampuanya menghasilkan laba.
  Titik Impas adalah volume penjualan yang harus dicapai perusahaan agar perusahaan tidak mengalami kerugian tetapi juga tidak memperoleh laba sama sekali
Cara Perhitungan Impas
Rumus Perhitungan impas dalam satuan yang terjual, adalah:
Impas =                    Biaya Tetap
                                    Harga Jual – Biaya Variabel  
                                    (Per Satuan) (Per Satuan)
                Rumus Perhitungan impas dalam rupiah penjualan, adalah:
Impas = Biaya Tetap
                                     1 – Biaya Variabel Per Satuan
                                                Harga Jual Per Satuan 

AKUNTANSI DAN LINGKUNGAN USAHA SERTA KLASIFIKASI DAN PERILAKU BIAYA


Perkembangan Akuntansi
Sejalan dengan perkembangan sejarah dan peradaban manusia, akuntansi sebagai salah satu hasil temuan manusia ikut pula berkembang. Mulai dari pencatatan primitif dan sangat sederhana dimana terdapat catatan dalam bentuk tablet untuk pembayaran upah yang dilakukan di Babylonia sekitar tahun 3600 SM yang merupakan catatan tertua yang pernah ditemukan. Yang selanjutnya akuntansi berkembang semakin kompleks selaras dengan semakin kompleksnya dunia usaha dan masyarakat akhir-akhir ini.
Luca Pacioli, seorang rahib sekaligus ahli Matematika dari Orde Fransiskan, Italia adalah orang yang menemukan dan memperkenalkan metode tata buku berpasangan (double entry system) pada tahun 1494. selanjutnya Luca Pacioli sering dikenal sebagai Bapak Akuntansi.
Profesi Akuntan
Ada beberapa profesi akuntan, diantaranya:
l  Akuntan perusahaan atau akuntan manajemen adalah akuntan yang bekerja untuk internal suatu perusahaan dan bertugas menyiapkan informasi keuangan perusahaan dimana mereka bekerja
l  Akuntan publik adalah akuntan yang memiliki posisi independen dan bekerja untuk berbagai pihak yang membutuhkan jasa mereka dalam memeriksa dan menilai kewajaran laporan keuangan suatu perusahaan.
l  Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekreja untuk pemerintah serta berfungsi menolong dan mengamankan berbagai kepentingan pemerintah
l  Akuntan pendidik adalah akuntan yang mengabadikan dirinya didalam suatu institusi tertentu yang bertugas mempersiapkan, membimbing dan melatih nara didik untuk menjadi akuntan profesional.
Pengertian Akuntansi dan Pihak-Pihak yang berkepentingan menggunakan informasi keuangan
l  Akuntansi adalah sistem informasi yang menghasilkan laporan-laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi suatu perusahaan.
l  Terdapat dua pihak yang memakai informasi keuangan yakni: eksternal perusahaan (kreditor, pemerintah, pemegang saham, investor, suplier, dll). Dan internal perusahaan (direktur, para manajer, karyawan, dll)
Pengertian Akuntansi Manajemen
l  Akuntansi manajemen adalah sistem akuntansi, yakni jenis informasi yang dihasilkannya ditujukan kepada pihak-pihak internal organisasi.
KLASIFIKASI DAN PERILAKU BIAYA
1. JENIS PERUSAHAAN
l  Dilihat dari produk yang dihasilkan dan bidang usaha yang digeluti maka secara umum perusahaan dibedakan menjadi 3 macam perusahaan:
  1. perusahaan jasa,
  2. perusahaan dagang dan
  3. perusahaan manufaktur
Perusahaan Manufaktur
  1. Jenis Persediaan diperusahaan Manufaktur dibedakan menjadi:
Ø  persediaan bahan baku
Ø  Persediaan barang dalam proses
Ø  Persediaan barang jadi
2.       Jenis Biaya dalam perusahaan manufaktur
Biaya dalam perusahaan manufaktur dikelompokkan menurut spesifikasi manfaatnya yakni:
l  Biaya bahan baku
l  Biaya tenaga kerja langsung
l  Biaya overhead
l  Biaya administrasi dan umum
l  Biaya Pemasaran
Kemudian biaya-biaya tersebut dikelompokkan lagi kedalam 2 kelompok biaya yakni:
l  Biaya produksi  (Biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead)
l  Biaya operasi/komersial (biaya pemasaran dan biaya administrasi dan umum)

Perilaku biaya
Perilaku biaya adalah reaksi biaya terhadap perubahan volume  aktivitas suatu perusahaan.
Berdasarkan perilakunya terhadap perubahan volume dari suatu produk tertentu didalam suatu perusahaan maka biaya dapat dikelompokkan menjadi:
l  Biaya variabel
l  Biaya tetap
l  Biaya semivariabel