Categories

Lesson 6

Blog Archive

Follower

Statistik

Get Gifs at CodemySpace.com

Peristiwa APRA di Bandung



Salah satu bunyi kesepakatan KMB menyatakan bahwa KNIL dibubarkan dan selanjutnya bekas anggota KNIL yang masih berkeiniginan menjadi anggota angkatan perang diwajibkan bergabung dengan Angkatan Peran Republik Indonesia Serikat (APRIS). Namun, pada kenyatannya pembentukan APRIS telah menimbulkan ketegangan – ketegangan yang berakhir dengan pertumpahan darah. Di kalangan TNI sendiri ada keengganan bergabung dengan bekas KNIL. Sebaliknya bekas anggota KNIL menuntut agar kesatuan – kesatuannya ditetapkan sebagai angkatan perang negara bagian.
Di Bandung, bekas anggota KNIL yang tidak mau bergabung dengan APRIS membentuk organisasi Angkatan Perang Ratu Adil ( APRA ) yang dipimpin Raymond Westerling, bekas perwira Belanda. APRA menuntut agar organisasinya diakui tapi tidak digubris oleh pemerintah. Oleh karena itu maka pada 23 Januari 1950 APRA melancarkan serangan terhadap kota Bandung. Mereka membunuh tiap anggota TNI yang dijumpainya dan berhasil menduduki markas staf divisi Siliwangi setelah membunuh 15 orang regu jaganya termasuk Letkol Lembong.

Penyerbuan APRA tidak diduga sebelumnya hingga mereka dapat dengan mudah menguasai kota Bandung. Untuk menanggulangi pemberontakan APRA, pemerintah RIS segera mengirimkan bala bantuan ke Bandung dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Semetara itu di Jakarta, Drs Moh Hatta dan Komisaris Tinggi Belanda mengadakan pertemuan dan memutuskan agar Mayjen Engels sebagai komandan tentara di Bandung di minta medesak Westerling untuk meninggalkan Bandung.

0 komentar:

Posting Komentar