Categories

Lesson 6

Blog Archive

Follower

Statistik

Perencanaan kebutuhan material


Perencanaan kebutuhan material (Material Requarment Planning)
adalah suatu konsep dalam manajemen produksi yang membahas cara
yang tepat dalam perencanaan kebutuhan barang dalam proses produksi,
sehingga barang yang dibutuhkan dapat tersedia sesuai dengan yang di
rencanakan. Salah satu alasan mengapa MRP digunakan secara cepat
dan meluas sebagai teknik manajemen produksi terutama dalam
lingkungan manufaktur karena MRP menggunakan kemampuan komputer
untuk menyimpan dan mengolah data yang berguna dalam menjalankan
kegiatan perusahaan. MRP dapat mengkoordinasikan kegiatan dari
berbagai fungsi dalam perusahaan manufaktur, seperti teknik, produksi,
dan pengadaan. Oleh karena itu, hal yang menarik dari MRP tidak
hanya fungsinya sebagai penunjang dalam pengambilan keputusan,
melainkan keseluruhan peranannya dalam kegiatan perusahaan.

Sebelum penggunaan MRP, perencanaan pengendalian persediaan
dan produksi dilakukan melalui pendekatan reaktif sebagai berikut:
􀂃 Reorder point policy, dimana persediaan secara kontinyu diawasi
pengadaan dilakukan apabila jumlah barang persediaan sudah sampai
pada tingkat yang ditentukan.
􀂃 Periodic order cycle policy, dimana persediaan diawasi dan pada
setiap periode tertentu sejumlah barang ditambahkan agar jumlah
persediaan tetap berada pada tingkat persediaan yang telah
ditentukan.
MRP sangat bermanfaat bagi perencanaan kebutuhan material untuk
komponen yang jumlah kebutuhannya dipengaruhi oleh komponen
lain. Sistem MRP mengendalikan agar komponen yang diperlukan
untuk kelancaran produksi dapat tersedia sesuai dengan yang
dibutuhkan.
􀂃 Tujuan MRP
Secara umum, sistem MRP dimaksudkan untuk mencapai tujuan
sebagai berikut:
a) Meminimalkan persediaan. Dengan menggunakan metode ini,
pengadaan (pembelian) atas komponen yang diperlukan untuk suatu
rencana produksi dapat dilakukan sebatas yang diperlukansaja
sehingga dapat meminimalkan biaya persediaan.
b) Mengurangi resiko karena keterlambatan produksi atau pengiriman.
MRP, mengidentifikasi banyaknya bahan dan komponen yang
diperlukan baik dari segi jumlah dan waktunya dengan
memperhatikan waktu tenggang produksi maupun pembelian
komponen, sehingga memperkecil resiko tidak tersedianya bahan
yang akan diproses yang mengakibatkan terganggunya rencana
produksi.
c) Komitmen yang realistis. Dengan MRP, jadwal produksi diharapkan
dapat dipenuhi sesuai dengan rencana, sehingga komitmen terhadap
pengiriman barang dilakukan secara lebih realistis. Hal ini mendorong
meningkatnya kepuasan dan kepercayaan konsumen.
d) Meningkatkan efisiensi. MPR juga mendorong peningkatan efisiensi
karena jumlah persediaan, waktu produksi, dan waktu pengiriman
barang dapat direncanakan lebih baik sesuai dengan jadwal induk
produksi.
􀂃 Komponen MRP
Komponen MRP terdiri atas jadwal induk produksi, daftar
material dan catatan persediaan.
a. Jadwal Induk Produksi
Jadwal induk produksi (master production schedule, MPS)
merupakan gambaran atas periode perencanaan dari suatu permintaan,
termasuk pramalan, backlog, rencana suplai/penawaran, persediaan
akhir, dan kuantitas yang dijanjikan tersedia (available to promise, ATP).
MPS disusun berdasarkan perencanaan produksi agregat, dan merupakan
kunci penghubung dalam rantai perencanaan dan pengendalian produksi.
MPS berkaitan dengan pemasaran, rencana distribusi, perencanaan
produksi dan perencanaan kapasitas. MPS mangendalikan MRP dan
merupakan masukan utama dalam proses MRP. MPS harus dibuat secara
realistis, dengan mempertimbangkan kemampuan kapasitas produksi,
tenaga kerja, dan subkontraktor.
Ketetapan MPS bervariasi berdasarkan jangka waktu
perencanaannya. Perencanaan jangka pendek harus lebih akurat,
mengingat biasanya berisi pesanan yang sudah pasti (fixed order),
kebutuhan distribusi penrgudangan , dan kebutuhan suku cadang.
Semakinjauh jangka waktu perencanaan ketepatan MPS biasanya
semakin berkurang.
b. Daftar Material
Definisi yang lengkap tentang suatu produk akhir meliputi daftar
barang atau meterial yang diperlukan bagi perakitan, pencampuran
atau pembuatan produk akhir tersebut. Setiap produk mungkin
memiliki sejumlah komponen, tetapi mungkin juga memiliki ribuan
komponen. Setiap komponen sendiri dapat terdiri atas sebuah barang
(item ) atau berbagai jenis barang.
c. Catatan Persediaan
Sisitem MRP harus memiliki dan menjaga suatu data persediaan
yang up to date untuk setiap komponen barang. Data ini harus
menyediakan informasi yang akurat tentang ketersediaan komponen dan
seluruh transaksi persediaan, baik yang sudah terjadi maupun yang
sedang direncanakan. Data itu mencakup nomor identifikasi, jumlah
barang yang terdapat digudang, jumlah yang akan dialokasikan, tingkat
persediaan minimum (safety stock level), komponen yang sedang

dipesan dan waktu kedatangan, serta waktu tenggang ( procurement
lead time ) bagi setiap komponen.
Data persediaan bisa merupakan catatan manual selama di-up
date hari ke hari. Namun, dengan berkembangnya teknologi dan semakin
muranhnya harga komputer maka kini banyak perusahaan sudah
menggunakan jaringan sistem informasi melalui komputer sehingga
apabila barang masuk atau barang terpakai/terjual, datanya bisa
langsung diakses/diketahui disemua unit terkait. Salah satu contoh
penemuan teknologi yang bermanfaat bagi manajemen persediaan
adalah bar code (automotic identification).
􀂃 Proses MRP
Kebutuhan untuk setiap komponen yang diperlikan dalam
melaksanakan MPS dihitung dengan menggunakan prosedur sebagai
berikut.
1. Netting , yaitu menghitung kebutuhan bersih dari kebutuhan kasar
dengan memperhitungkan jumlah barang yang akan diterima, jumlah
persediaan yang ada, dan jumlah persediaan yang akan dialokasikan.
2. Konversi dari kebutuhan bersih menjadi kuantitas-kuantitas pesanan.
3. menempatkan suatu pelepasan pemesanan pada waktu yang tepat
dengan cara menghitung waktu mundur (backward scheduling) dari
waktu yang dikehendaki dengan memperhitungkan waktu tenggang,
agar memenuhi pesanan komponen yang bersangkutan.
4. Menjabarkan rencana produksi produk akhir kebutuhan kasar untuk
komponen-komponennya melalui daftar material.

0 komentar:

Posting Komentar