Categories

Lesson 6

Blog Archive

Follower

Statistik

Pengertian Dewan Komisaris


n  DEWAN KOMISARIS
Dewan   Komisaris    adalah    organ   P.T.    yang
bertugas  melakukan pengawasan  secara  umum
dan/atau khusus  sesuai dengan Anggaran Dasar
serta memberi nasihat kepada Direksi.

Untuk pertama kali pengangkatan anggota Dewan
Komisaris  dilakukan   oleh   pendiri   dalam   Akta
Pendirian.   Untuk   selanjutnya   anggota   Dewan
Komisaris diangkat oleh RUPS.

Dewan  Komisaris   terdiri  atas  1  orang  anggota
atau lebih.

n  DEWAN KOMISARIS
DALAM P.T.
-               Anggaran Dasar P.T. dapat mengatur  adanya  1  orang  atau  lebih Komisaris Independen dan 1 orang Komisaris Utusan.
-    Komisaris Independen diangkat berdasarkan keputusan RUPS dari pihak   yang   tidak   terafiliasi  dengan  pemegang  saham   utama, anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris lainnya.
-    Komisaris   Utusan   merupakan  anggota  Dewan  Komisaris  yang ditunjuk berdasarkan keputusan rapat Dewan Komisaris.
-    Tugas   dan    wewenang    Komisaris   Utusan   ditetapkan    dalam Anggaran Dasar P.T. dengan ketentuan tidak bertentangan dengan tugas  dan wewenang   Dewan   Komisaris  dan  tidak   mengurangi   tugas pengurusan yang dilakukan Direksi.
n          DEWAN KOMISARIS
                DALAM P.T.
-                Dalam  menjalankan  tugas   pengawasan,   Dewan   Komisaris    dapat
      membentuk   komite,   yang   anggotanya   seorang  atau  lebih  adalah
      anggota Dewan  Komisaris  yang  bertanggung  jawab  kepada  Dewan
      Komisaris.
-                Dewan  Komisaris   yang   terdiri  atas    lebih   dari  1   orang   anggota
      merupakan   majelis   dan   setiap   anggota   Dewan   Komisaris   tidak
      dapat   bertindak   sendiri-sendiri   melainkan   berdasarkan  keputusan
      Dewan Komisaris.
-                P.T. yang menjalankan  kegiatan  usaha  berdasarkan  prinsip  syariah,
      selain   mempunyai    Dewan   Komisaris    wajib   mempunyai   Dewan
      Pengawas Syariah.
-                Dewan Pengawas Syariah  tersebut  terdiri  atas  seorang  ahli  syariah
      atau   lebih  yang  diangkat   oleh   RUPS   atas   rekomendasi   Majelis
      Ulama Indonesia.
-                Dewan  Pengawas  Syariah  tersebut   bertugas   memberikan   nasihat
      dan  saran   kepada   Direksi  serta   mengawasi   kegiatan   P.T.   agar
      sesuai dengan prinsip syariah.


n  PERAN
DEWAN KOMISARIS
-  Dewan Komisaris melakukan  pengawasan  atas kebijakan    pengurusan,   jalannya   pengurusan pada  umumnya,   baik  mengenai  P.T.  maupun usaha P.T. dan memberi nasihat kepada Direksi.
-  Setiap  anggota  Dewan Komisaris wajib dengan itikad baik, kehati-hatian dan bertanggung jawab dalam   menjalankan   tugas   pengawasan   dan pemberian    nasihat    kepada     Direksi    untuk kepentingan  P.T.  dan  sesuai  dengan  maksud dan tujuan P.T.
n  KEWAJIBAN
DEWAN KOMISARIS
-               Dewan Komisaris wajib:
   * Membuat    risalah    rapat     Dewan   Komisaris   dan    menyimpan salinannya.
   * Melaporkan kepada P.T. mengenai kepemilikan sahamnya dan/atau    keluarganya kepada P.T. tersebut dan P.T. lain.
   * Memberikan    laporan   tentang   tugas   pengawasan   yang    telah dilakukan selama tahun buku yang baru lampau kepada RUPS.
-    Apabila  dalam Anggaran  Dasar  ditetapkan  pemberian  wewenang kepada    Dewan    Komisaris  untuk  memberikan  persetujuan  atau bantuan kepada Direksi dalam melakukan perbuatan hukum tertentu maka    Dewan   Komisaris     berkewajiban      untuk     memberikan persetujuan   atau  bantuan   kepada    Direksi    dalam    melakukan perbuatan hukum tertentu tersebut.
n  TANGGUNG JAWAB
DEWAN KOMISARIS
-               Dalam hal Laporan Keuangan yang disediakan ternyata tidak  benar
     dan/atau menyesatkan, anggota Dewan Komisaris secara tanggung
     renteng bertanggung jawab terhadap pihak yang dirugikan.
-               Dewan Komisaris bertanggung jawab atas pengawasan P.T.
-               Setiap anggota  Dewan Komisaris  ikut  bertanggung  jawab  secara pribadi atas kerugian P.T. apabila yang bersangkutan bersalah atau lalai dalam menjalankan tugasnya.
-               Dalam hal Dewan Komisaris terdiri atas 2 anggota Dewan Komisaris atau lebih, tanggung jawab tersebut di atas berlaku secara tanggung renteng bagi setiap anggota Dewan Komisaris.
-    Atas  nama  P.T.,  pemegang  saham  yang  mewakili  paling sedikit 1/10 bagian dari  jumlah  seluruh  saham  dengan  hak  suara  dapat menggugat  anggota Dewan Komisaris yang karena kesalahan atau kelalaiannya   menimbulkan   kerugian  pada   P.T.   ke   Pengadilan Negeri.
n  TANGGUNG JAWAB
DEWAN KOMISARIS
-               Dalam  hal   terjadi  kepailitan  karena  kesalahan  atau kelalaian    Dewan     Komisaris     dalam     melakukan pengawasan terhadap pengurusan yang  dilaksanakan oleh  Direksi   dan   kekayaan  P.T.  tidak  cukup  untuk membayar  seluruh  kewajiban   P.T.  akibat   kepailitan tersebut maka setiap anggota Dewan Komisaris secara tanggung   renteng   ikut   bertanggung   jawab  dengan anggota Direksi atas kewajiban yang belum dilunasi.
-               Tanggung jawab  tersebut  berlaku  juga  bagi  anggota Dewan  Komisaris  yang  sudah tidak menjabat 5 tahun sebelum putusan pernyataan pailit diucapkan.

n  DEWAN KOMISARIS
DALAM UU P.T.
-               Anggota Dewan Komisaris dibebaskan dari tanggung jawab sebagai akibat   Laporan  Keuangan  yang  disediakan  ternyata  tidak  benar dan/atau   menyesatkan  apabila  terbukti  bahwa  keadaan  tersebut bukan karena kesalahannya.
-               Anggota Dewan Komisaris tidak dapat dipertanggungjawabkan atas kerugian P.T. apabila dapat membuktikan:
    * Telah melakukan pengawasan dengan itikad baik dan kehati-hatian
      untuk kepentingan P.T. dan sesuai dengan maksud dan tujuan P.T.
    * Tidak mempunyai kepentingan pribadi, baik langsung maupun tidak
      langsung atas tindakan  pengurusan  Direksi  yang  mengakibatkan
      kerugian.
    * Telah memberikan nasihat kepada Direksi untuk mencegah  timbul
      atau berlanjutnya kerugian tersebut.
n  DEWAN KOMISARIS
DALAM UUPT
-               Anggota Dewan Komisaris tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas kepailitan P.T. apabila dapat membuktikan:
   * Kepailitan tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya.
   * Telah  melakukan   tugas   pengawasan   dengan   itikad  baik   dan
     kehati-hatian  untuk kepentingan P.T. dan  sesuai  dengan  maksud dan tujuan P.T.
   * Tidak mempunyai kepentingan pribadi, baik langsung maupun tidak langsung atas tindakan pengurusan oleh Direksi  yang mengakibat-
     kan kepailitan.
   * Telah memberikan nasihat kepada Direksi untuk mencegah  terjadi-
     nya kepailitan.
n   CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)
TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN
-                Dasar   hukum:   pasal   74   UU  No.  40  Tahun  2007  tentang  Perseroan Terbatas.
-                Tanggung   Jawab  Sosial  dan  Lingkungan  adalah  komitmen  P.T.  untuk berperan    serta   dalam   pembangunan    ekonomi    berkelanjutan   guna meningkatkan  kualitas  kehidupan  dan  lingkungan yang  bermanfaat, baik bagi P.T. sendiri, komunitas setempat maupun masyarakat pada umumnya.
-                P.T. yang  menjalankan  kegiatan usahanya  di  bidang  dan/atau  berkaitan dengan sumber daya alam wajib  melaksanakan  Tanggung  Jawab   Sosial  dan   Lingkungan.   Ketentuan   ini   bertujuan   untuk   tetap    menciptakan  hubungan P.T. yang serasi, seimbang dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma dan budaya masyarakat setempat.
-                Yang   dimaksud  dengan  “P.T.  yang  menjalankan  kegiatan  usahanya  di
      bidang sumber daya alam” adalah P.T. yang kegiatan usahanya  mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam.
-                Yang dimaksud dengan “P.T. yang  menjalankan  kegiatan  usahanya  yang berkaitan dengan sumber daya alam” adalah P.T. yang tidak mengelola dan tidak   memanfaatkan    sumber    daya   alam   tetapi   kegiatan    usahanya berdampak pada fungsi kemampuan sumber daya alam.


n   CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)
TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN
-              Tanggung    Jawab    Sosial    dan   Lingkungan merupakan kewajiban  P.T.   yang  dianggarkan dan   diperhitungkan  sebagai  biaya  P.T.  yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhati- kan kepatutan dan kewajaran.
-   P.T.   yang    tidak    melaksanakan    kewajiban sebagaimana   tersebut  di  atas, dikenai  sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

n  PEMBUBARAN, LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P.T.
Pembubaran P.T. terjadi:
-                             Berdasarkan keputusan RUPS.
-                             Karena jangka waktu berdirinya yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar telah berakhir.
-                             Berdasarkan penetapan pengadilan.
-                             Dengan dicabutnya  kepailitan  berdasarkan  putusan  pengadilan niaga  yang  telah  mempunyai kekuatan hukum tetap, harta pailit P.T. tidak cukup untuk membayar biaya kepailitan.
-                             Karena harta pailit P.T. yang telah dinyatakan pailit berada dalam keadaan insolvensi sebagaimana  diatur  dalam  Undang-undang tentang   Kepailitan   dan   Penundaan   Kewajiban   Pembayaran Utang.
-                             Karena dicabutnya  izin  usaha  P.T.  sehingga  mewajibkan  P.T. melakukan    likuidasi    sesuai     dengan    ketentuan    peraturan perundang-undangan.

n  PEMBUBARAN, LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P.T.
-              Dalam hal terjadi pembubaran P.T.:
   * Wajib  diikuti   dengan  likuidasi   yang
     dilakukan oleh likuidator.
   * P.T. tidak dapat melakukan perbuatan
     hukum, kecuali diperlukan untuk mem-
     bereskan  semua  urusan  P.T.   dalam
     rangka likuidasi.

n  PEMBUBARAN, LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P.T.
-              Pembubaran P.T. terjadi karena hukum  apabila jangka  waktu  berdirinya  P.T.  yang  ditetapkan dalam Anggaran Dasar berakhir.
-              Dalam   jangka   waktu   paling   lambat  30  hari setelah  jangka waktu  berdirinya  P.T.  berakhir, RUPS menetapkan penunjukan likuidator.
-  Direksi tidak boleh melakukan perbuatan hukum baru   atas    nama   P.T.  setelah  jangka  waktu berdirinya P.T. yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar berakhir.
n  PEMBUBARAN, LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P.T.
-               Pengadilan Negeri dapat membubarkan P.T. atas:
   * Permohonan   kejaksaan   berdasarkan   alasan   P.T.
     melanggar kepentingan  umum  atau  P.T.  melakukan
     perbuatan   yang   melanggar   peraturan   perundang-
     undangan.
   * Permohonan pihak yang berkepentingan berdasarkan
     alasan adanya cacat hukum dalam Akta Pendirian.
   * Permohonan pemegang saham, Direksi  atau  Dewan
     Komisaris   berdasarkan   alasan  P.T.  tidak  mungkin
     untuk dilanjutkan.
-               Dalam   penetapan   pengadilan  ditetapkan   juga  pe-
    nunjukan likuidator.
n  PEMBUBARAN, LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P.T.
-              Pembubaran   P.T.  tidak   mengakibatkan P.T.    kehilangan    status   badan  hukum sampai  dengan  selesainya  likuidasi  dan pertanggungjawaban   likuidator   diterima oleh RUPS atau pengadilan.
-              Sejak saat pembubaran, pada setiap surat keluar    P.T.   dicantumkan    kata  “dalam likuidasi” di belakang nama P.T.
n  PEMBUBARAN, LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P.T.
-               Dalam jangka waktu paling lambat 30 hari terhitung  sejak tanggal pembubaran P.T., likuidator wajib memberitahukan:
   * Kepada  semua kreditor mengenai pembubaran P.T. dengan cara mengumumkan  pembubaran  P.T. dalam  surat kabar  dan  Berita Negara R.I.
   * Pembubaran P.T. kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I.  untuk  dicatat  dalam   Daftar  Perseroan  bahwa  P.T.   dalam likuidasi.
   * Pemberitahuan dalam surat kabar dan Berita Negara R.I. memuat:
     - Pembubaran P.T. dan dasar hukumnya.
     - Nama dan alamat likuidator.
     - Tata cara pengajuan tagihan.
     - Jangka waktu pengajuan tagihan.
       Jangka waktu pengajuan tagihan adalah  60 hari  terhitung  sejak
       tanggal pengumuman
n  PEMBUBARAN, LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P.T.
-              Dalam hal pemberitahuan kepada  Kreditor  dan Menteri   Hukum  dan  Hak  Asasi  Manusia  R.I. belum dilakukan, pembubaran P.T. tidak berlaku bagi pihak ketiga.
-              Dalam   hal   likuidator   lalai   melakukan   pem- beritahuan kepada  Kreditor dan Menteri Hukum dan Hak Asasi  Manusia  R.I.,  likuidator  secara tanggung  renteng   dengan   P.T.   bertanggung jawab  atas  kerugian  yang  diderita  oleh  pihak ketiga.
n  PEMBUBARAN, LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P.T.
Kewajiban likuidator dalam melakukan  pemberesan  harta
kekayaan    P.T.   dalam   proses   likuidasi   meliputi    pe-
laksanaan:
-               Pencatatan dan pengumpulan kekayaan dan utang P.T.
-               Pengumuman dalam surat kabar dan Berita Negara R.I. mengenai rencana pembagian kekayaan hasil likuidasi.
-               Pembayaran kepada para kreditor.
-               Pembayaran   sisa   kekayaan   hasil   likuidasi  kepada pemegang saham.
-               Tindakan lain yang perlu dilakukan dalam  pelaksanaan pemberesan kekayaan.
n  PEMBUBARAN, LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P.T.
-              Likuidator bertanggung jawab kepada RUPS   atau pengadilan  yang  mengangkatnya atas  likuidasi  P.T. yang dilakukan.
-  Likuidator   wajib   memberitahukan   kepada Menteri Hukum dan  Hak Asasi Manusia R.I.  dan   mengumumkan   hasil    akhir    proses  likuidasi  dalam  surat kabar  setelah  RUPS memberikan   pelunasan  dan  pembebasan   kepada  likuidator  atau  setelah  pengadilan   menerima    pertanggungjawaban  likuidator yang ditunjuknya.
n  PEMBUBARAN, LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P.T.
     Menteri  Hukum  dan  Hak  Asasi Manusia  R.I. mencatat berakhirnya status badan  hukum  P.T.  dan  menghapus nama  P.T.   dari   Daftar   Perseroan,  termasuk  karena penggabungan, peleburan atau pemisahan.
      Penggabungan    adalah    perbuatan   hukum   yang   dilakukan  oleh  satu Perseroan atau  lebih  untuk  menggabungkan  diri  dengan  Perseroan  lain yang telah ada yang mengakibatkan aktiva dan pasiva dari Perseroan yang menggabungkan  diri  beralih  karena   hukum    kepada    Perseroan   yang menerima penggabungan dan selanjutnya status  badan hukum  Perseroan yang menggabungkan diri berakhir karena hukum.
      Peleburan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh 2 Perseroan  atau lebih untuk meleburkan diri dengan cara  mendirikan  satu  Perseroan  baru yang karena hukum memperoleh  aktiva  dan  pasiva  dari Perseroan  yang meleburkan diri dan status  badan hukum  Perseroan yang  meleburkan diri berakhir karena hukum.
      Pemisahan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh Perseroan untuk memisahkan   usaha   yang   mengakibatkan   seluruh   aktiva  dan  pasiva Perseroan  beralih  karena  hukum  kepada  2  Perseroan  atau  lebih  atau sebagian  aktiva  dan  pasiva  Perseroan  beralih  karena  hukum kepada 1 Perseroan atau lebih.

n  PEMBUBARAN, LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA STATUS BADAN HUKUM P.T.
-              Pemberitahuan dan pengumuman  pengakhiran  status  badan  hukum  P.T.   tersebut  dilakukan  dalam   jangka  waktu   paling  lambat   30   hari   terhitung   sejak   tanggal  pertanggungjawaban likuidator diterima oleh RUPS atau  pengadilan.
-              Menteri  Hukum  dan  Hak  Asasi  Manusia   R.I. mengumumkan    berakhirnya    status     badan hukum P.T. dalam Berita Negara R.I.

0 komentar:

Poskan Komentar

Info Menarik !!! Klik Disini !!!

Fish

CHATBOX


ShoutMix chat widget