Categories

Lesson 6

Blog Archive

Follower

Statistik

Pembelanjaan Campuran


Seperti dijelaskan sebelumnya, di dalam menjalankan usahanya,
suatu entitas bisnis diharapkan harus memiliki modal yang cukup untuk
melakukan pembiayaan terhadap aktivitas-aktivitas bisnisnya dalam
rangka pemenuhan atas barang ataupun jasa terhadap kepuasan
konsumen. Dari aktivitas pembiayaan tersebut, diharapkan suatu
perusahaan mampu menghasilkan laba.
Untuk memenuhi modal yang cukup tersebut, perusahaan akan
melakukan kegiatan pencarian modal. Modal tersebut dapat diperoleh
dari hutang atau modal sendiri. Dalam kenyataannya, jumlah kredit atau
hutang di dalam kegiatan permodalan suatu perusahaan untuk
membelanjai proyek selalu terbatas.
Semakin tinggi peranan hutang di dalam pembiayaan aktivitas
bisnis suatu perusahaan, maka akan semakin besar pula kemungkinan
untuk mencapai kemampulabaan modal sendiri yang tinggi dari
perusahaan tersebut, diikuti semakin tingginya resiko, namun keamanan

yang dijamin akan semakin rendah. Sebaliknya, bila peranan modal
sendiri yang semakin tinggi, maka resiko yang dihadapi perusahaan akan
lebih rendah, sementara keamanan akan lebih tinggi, dan sekaligus pula
kemampulabaan akan modal sendiri semakin rendah.

Karena factor-faktor di atas, banyak pimpinan proyek selalu
menggunakan pembelanjaan campuran didalam mendanai kegiatan
bisnisnya. Pembelanjaan campuran (financing mix) adalah penggunaan
pembelanjaan dengan mengkombinasikan antara pembelanjaan modal
sendiri dan pembelanjaan hutang/kredit. Dengan pembelanjaan
campuran, diharapkan perusahaan dapat menghasilkan laba dengan cara
yang efektif.
Pertimbangan didalam memilih penggunaan pembelanjaan
campuran adalah dengan melihat tiga factor sebagai berikut:
1. Kemampulabaan (return on equity)
2. Resiko
3. Keamanan.
Resiko Dan Kemampulabaan (Return On Equity)
Tujuan untuk menentukan biaya penggunaan modal adalah
dalam rangka penentuan investasi yang terbaik. Kalau berinvestasi
menggunakan modal sendiri, maka cut off rate-nya adalah biaya modal
sendiri.
Kemampulabaan atau Return On Equity (ROE) adalah merupakan
tingkat pengembalian perusahaan bisnis terhadap investasi yang
diberikan oleh para kreditor. Sedangkan resiko adalah: tingkat perbedaan
antara nilai yang diharapkan (expected value), dengan nilai yang
sebenarnya akan diterima (actual value) di masa depan.
Tingkat pengembalian investasi adalah balas jasa dari resiko.
Artinya semakin besar resiko suatu proyek, maka akan semakin besar
pula ROE yang diharapkan akan diterima di masa depan. Sebaliknya,
semakin kecil resiko suatu proyek, akan semakin rendah pula tingkat
ROE yang diharapkan akan diterima.
Van Horne (2005) untuk menganalisis resiko biasanya dilakukan
dengan mengukur secara operasional suatu standard deviasi. Standard
deviasi adalah: ukuran lebar dispersi titik tengah distribusi probabilitas.
Resiko yang muncul dari kegiatan pendanaan adalah Resiko
Ekonomi (economic risk), dan resiko keuangan (financial risk). Resiko
ekonomi berhubungan dengan factor permintaan dan factor penawaran.

Resiko Keuangan berkaitan erat dengan penggunaan kredit untuk
aktivitas pembiayaan itu sendiri, yang sering digambarkan dengan
tingkat bunga dan keamanan pembayaran kembali (repayment).
Keamanan
Setiap penanam modal/investor tentunya menanamkan
modalnya, mis dalam bentuk saham, dengan tujuan ingin memperoleh
kompensasi tambahan lebih dari modal yang akan ia tanamakan pada
suatu perusahaan. Namun, meskipun demikian, kompensasi atau tingkat
pengembalian yang diharapkan oleh investor dimasa depan , tentunya
tidak selamanya akan sesuai dengan harapan si pemegang saham. Sebab
masa depan penuh dengan resiko dan ketidakpastian. Oleh karena itu,
dibutuhkan suatu tingkat keamanan dari perusahaan yang dapat
digambarkan dari laporan keuangan dan analisis pengembalian modal
saham dari perusahaan yang bersangkutan.
Telah dikemukakan bahwa resiko menggambarkan suatu kondisi,
dimana diperoleh lebih dari satu dampak terhadap satu keputusanyang
dibuat. Probabilitas dari setiap kemungkinan tersebut, dapat diramalkan
terlebih dahulu, atau diestimasi. Probabilitas suatu peristiwa itu sendiri
adalah: kesempatan dari suatu kejadian untuk muncul atau terjadi.
Dengan mencatat segala kemungkinan yang dapat muncul dari suatu
peristiwa, dapat dlakukan sebuah distribusi probabilitas.
Keterkaitan antara keamanan dengan analisis keuangan,
terutama kegiatan pembelanjaan campuran, Yaitu: semakin lama jangka
waktu (Validitas) jatuh tempo suatu dana yang digunakan dalam aktivitas
pendanaan perusahaan, maka akan semakin aman pula lah aktivitas
pendanaan tersebut digunakan untuk membiayai proyek. Sehingga dapat
kita simpulkan, dana yang paling aman digunakan untuk membelanjai
aktiva adalah dari modal sendiri. Sebab modal sendiri dapat digunakan
untuk membiayai proyek selama umur proyek, artinya dana modal
sendiri memiliki probabilitas pembayaran kompensasi nilai lebih besar
dibandingkan dengan hutang/kredit. Dan dana yang paling tidak aman

untuk diinvestasikan adalah yang bersumber dari hutang lancar, karena
hutang lancar akan dilunasi dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun.

0 komentar:

Posting Komentar