Categories

Lesson 6

Blog Archive

Follower

Statistik

WAYANG SEBAGAI TONTONAN, TUNTUNAN DAN TATANAN



Seni pertunjukan atau teater tradisional yang berupa pertunjukan wayang
merupakan salah satu bentuk tradisi lisan yang sudah sangat tua usianya. Pertunjukan
wayang kulit mempunyai banyak fungsi, yaitu sebagai penerangan dan pendidikan,
sebagai refleksi nilai estetis, sebagai sarana mencari nafkah dan sebagai hiburan
sosial. Sebagai sarana pendidikan, wayang paling efektif untuk menyampaikan pesanpesan
pembangunan kepada masyarakat luas dan sesuatu yang disampaikan dalam
pesan dapat memperkaya nilai kemanusiaan dan lingkungan hidup, baik dalam
dimensi kultural dan spiritual. Sekarang pertunjukan wayang cenderung lebih
memenuhi keinginan penonton dalam pemenuhan unsur hiburan (tontonan semata).
Masyarakat mengharapkan dalam pementasan wayang dapat mencerminkan fungsinya
sebagai tontonan, tuntunan dan tatanan.


Wayang Sebagai Seni Pertunjukan
Wayang adalah salah satu jenis seni
pertunjukan yang di dalamnya terkandung
berbagai unsur seni, seperti seni tari, seni
musik, seni drama, dan seni suara.
Berdasarkan jenis peraganya, seni
pertunjukan wayang dapat dibedakan dalam
empat macam, yaitu pertunjukan wayang
dengan peraga manusia (wayang orang),
pertunjukan wayang dengan peraga boneka
(wayang kulit, wayang golek, wayang
klithik, wayang thengul, dll.), pertunjukan
wayang yang menggunakan alat peraga
berupa gambar (wayang beber), dan
pertunjukan wayang yang tanpa
menggunakan alat peraga (wayang
jemblung, wayang kentrung). Unsur seni
tari dalam pertunjukan wayang dapat dilihat
pada aktifitas sang dalang dalam menarikan
wayang-wayangnya, khususnya untuk
pertunjukan wayang yang menggunakan alat
peraga boneka, maupun aktifitas para peraga
dalam memainkan karakter tokoh yang
dibawakannya, khususnya untuk pertunjukan
wayang yang diperagakan oleh manusia
(wayang orang). Unsur seni musik dimainkan
oleh para penabuh gamelan yang mengiringi
jalannya pertunjukan. Unsur seni drama ada
dalam cerita yang dibawakan oleh sang
dalang lewat karakter-karakter wayangnya.
Unsur seni suara (resitasi) tampak dalam
ucapan sang dalang pada saat mengucapkan
janturan, dan sebagainya.1
Banyak pendapat yang menyatakan
bahwa pertunjukan wayang banyak
mengandung nilai-nilai luhur yang sangat
bermanfaat bagi kehidupan manusia. Melalui
pertunjukan wayang dapat dilihat gambaran
kehidupan manusia di alam semesta, sehingga
sering dikatakan bahwa pertunjukan wayang
merupakan hiburan berwujud tontonan yang
mengandung tuntunan untuk memahami
tatanan.

0 komentar:

Poskan Komentar