Categories

Lesson 6

Blog Archive

Follower

Statistik

SEJARAH TRIPITAKA


  Beberapa minggu setelah sang Buddha wafat (483 SM)seorang bhikkhu tua yang  tidak  disiplin bernama subhaddha  berkata:’janganlah  bersedih  kawan - kawan ,janganlah  meratap ,sekarang kita  terbebas dari  pertapa  agung  yang  tidak  akan lagi memberitahu kita apa sesuai untuk dilakukan dan apa yang tidak ,yang membuat hidup kita menderita ,tetapi  sekarang kita dapat berbuat apa pun yang kita senangi dan  tidak berbuat apa yang tidak kita senangi”( vinaya pitaka ll,284).maha kassapa  thera  setelah mendengar kata-kata itu memutuskan untuk mengadakan persamuhan agung (konsili)di rajagaha dengan bantuan raja Ajatasattu dari magadha, 500 orang  arahat  berkumpul di gua sattapanni dekat  rajagaha  untuk mengumpulkan  ajaran  sang Buddha yang  telah dibabarkan selama  ini dan  menyusunnya secara sisitematis .yang ariya Ananda, siswa   sang  Buddha  mendapat  kehormatan  untuk  mengulang  kembali  khotbah - khotbah sang Buddha dan yang ariya upali mengulang vinaya (peraturan-peraturan)


             Dalam pesamuan agung pertama inilah dikumpulkan semua ajaran yang kini dikenal sebagai kitab suco tipitaka (pali) .mereka yang mengikuti ajaran sang Buddha seperti terulis dalam kitab suci tipitaka(pali)disebut pame-liharaan kemurnian ajaran sebagaimana sabda sang Buddha yang terakhir .”jadi-kanlah dhamma dan vinaya sebagai pelita dan pelindung bagi dirimu’.pada mulanya tipitaka(pali) ini diwaliskan secara lisan dari satu genari ke generasi berikutnya .satu abad kemudian terdapat sekelompok bhikkhu yang berniat hendak meng-ubah vinaya .menghadapi usaha ini,para bhikku yang ingin mempertahankan dhamma –vinaya sebagaimana diwariskan oleh sang buddha gotama,menyelenggarakan pesamuan agung kedua dengan bantuan raja kalasoka  di vesali,


            Dimana isi kitab suci Tipitaka (pali)diucapkan ulang oleh 700 orang Arahat .kelompok bhikkhu memegang teguh kemirnian Dharma –vinaya ini menamakan diri Sthaviravada ,yang kelak disebut Theravada. Sedangkan kelompok bhikkhu yang ingin mengubah vinaya menamakan diri mahasanghika,yang kelak berkembang menjadi mazhab Mahayana. Jadi,seabad setelah sang Buddha gotama wafat ,agama Buddha terbagi menjadi 2 mazhab besar Theravada dan Mahayana .

Pattaliputta (patna)pada abad ketiga sesudah sang Buddha wafat (249 SM )dengan pemerintahan dibawah kaisar asoka wardana .kaisar ini memeluk agama Buddha dan dengan pengaruhnya banya membantu penyebaran dharma keseluruhwilaya kerajaan.pada masa itu ,ribuan gadungan (menyelundukp ajaran gelap)masuk kedalam sangha dengan masuk menyebarkan ajaran-ajaran merekasediri untuk menyesatkan umat

Untuk mengakhiri keadaan ini ,kaisar menyeranggarakan pesamuan agung dan membersihkan tubuh sangha dari pe-nyelundup-pe-nyelundup serta merencanakan pengiriman para duta dharma ke negara-negara lain.dalam persamuan agung ketiga ini 100 orang arahat mengulan g kembali pembacaan kitab suci tipitaka (pali)selama sembilan bulan .dari titik tolak pesamuaan inilah agama Buddha dapat tersebar keseluruh penjuru dunia dan terhindar lenyap dari bumi asalnya. 
          Persamuan agung keempat diadakan aluvihara (srilanka)dibawah lindungan raja vattagamani abhayapada pemulaan abad ke-enam sesudah sang Buddha wafat (249 MS).pada kesempatan itu kitab suci tipitaka  (pali) di-tuliskan untuk pertama kalinya.tujuan penulisan ini adalah agar semua orang mengetahui kemurnian dharma vinaya.selanjutnya persamuan agung kelima diadakan di mandalay (burma) pada pemulaan abad 25 sesudah sang Buddha wafat (1871) dengan bantuan raja Mindo.kejadian penting pada waktu itu adalah kitab suci tipitaka (pali) diprasastikan pada 727 buah lempengan marmer (batu pualam) dan diletakkan dibukit mandalay .

            Persamhan Agung keenam diadakan diranggoon pada hari visakha puja tahun buddhis 2498 dan terakhir pada tahun buddhis 2500 (tahun masehi 1956).sejak saat itu penterjemahan kitab suci tipitaka (pali) dilakukan ke dalam beberapa bahasa barat.sebagai tambahan pengetahuan pada abad pertama sesudah masehi.raja kaniska dari afganistan mengadakan persamuan agung yang tidak dihadiri oleh kelompok Theravada .bertitik tolak pada persamuan ini .agama Buddha mazhab Mahayana berkembang di India dan kemudian menyebar ke negeri Tibet dan Tiongkok.

              Pada persamuan ini disepakati adanya kitab-kitab suci buddhis dalam bahasa sansekerta dengan banyak tambahan sutra-sutra baru yang  tidakterdapat dalam kitab suci tipitaka (pali).dengan demikian,ajaran Buddha mazhab Theravada dalam pertumbuhannya sejak pertama sampai sekarang,ternasuk di Indonesia ,tetap mendasarkan penghayatan dan pembabaran dharma-vinaya pada kemurnian kitab suci tipitaka (pali)sehingga dengan demikian tidak ada perbedaan dalam hal ajaran antara Theravada di Indonesia dengan Theravada  di Thailand,srilanka ,burma maupun dinegara-negara lain.

                Sampai abad ketiga setelah sang Buddha wafat mazhab sthaviravada terpecah menjadi 8 sub mazhab,antara lain sarvastivada ,kasyapiya,mahisasaka ,Theravada dan sebagainya.padadewasa ini 17 sub muzhad sthaviravada itu telah lenyap .yang masih berkembang sampai sekarang hanyalah mazhab Theravada (ajara para sepupuh )dengan demikian Theravada inilah yang kini dianut oleh negara-negara srilanka ,burma ,Thailand dan kemudia berkembang diindonesia dan negara-negara lain.

0 komentar:

Posting Komentar