Categories

Lesson 6

Blog Archive

Follower

Statistik

NILAI–NILAI KESATUAN DALAM KERAGAMAN SUKUBANGSA

 Berdirinya organisasi-organisasi pemuda yang bersifat kedaerahan
memperlihatkan adanya kesadaran untuk bersatu, walaupun masih bersifat terbatas
pada daerah masing-masing. Pada dasawarsa ke-2 abad 20, rasa kedaerahan mulai
memudar digantikan oleh keinginan untuk membentuk persatuan yang bersifat
nasional. Sebagai puncak keinginan pemuda untuk membentuk persatuan yang
bersifat nasional yaitu Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.
Sumpah Pemuda yang diputuskan dalam Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928,
mempunyai arti yang penting dalam perkembangan bangsa Indonesia. Semangat
persatuan yang dikumandangkan bersama berhasil mengatasi prasangka suku,
golongan, dan budaya. Sumpah Pemuda menjiwai perjuangan nasional selanjutnya

dan kehidupan bangsa Indonesia sesudah mencapai kemerdekaan.
Nilai-nilai budaya tentang persatuan dan kesatuan sebenarnya telah dimiliki dan
dijunjung tinggi oleh masing-masing sukubangsa di Indonesia. Nilai-nilai tersebut
antara lain: 1) Nilai yang terkait pada ajaran desa mawa cara negara mawa tata; 2)
Nilai yang terkait pada ajaran kiwa tengen mula matunggalan; 3) Nilai toleransi; 4)
Nilai menjunjung tinggi masyarakat dan kegotongroyongan; 5) Nilai kesetiakawanan
dan 6) nilai tenggang rasa. Apabila nilai-nilai tersebut betul-betul bisa dilaksanakan
maka kedamaian dan ketenteraman akan terwujud di Indonesia. ‘Bhinneka Tunggal
Ika’ bukan hanya sebagai semboyan saja, tetapi merupakan pengikat negara Republik
Indonesia yang terdiri dari beribu-ribu pulau besar dan kecil serta dihuni beratusratus
suku bangsa.
Putusan Kongres Pemuda Pemudi Indonesia
28 Oktober 19281
Pertama : Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu,
Tanah Air Indonesia.
Kedua : Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu,
Bangsa Indonesia.
Ketiga : Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan,
Bahasa Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar