Categories

Lesson 6

Blog Archive

Follower

Statistik

Get Gifs at CodemySpace.com

Pengertian / Arti Pengukuran variabel



Pengukuran variabel (jika dipahami dari sisi variabel) adalah proses menghubungkan konsep dengan fakta empirik (realitas). Jika dipahami dari sisi fakta, pengukuran variabel adalah pemberian bilangan atau simbol pada peristiwa empirik menurut aturan yang ditetapkan.

Misalnya
Aturan      :       ‘P’ untuk pria dan ‘W’ untuk Wanita
Aturan      :       Beri ’5’ untuk sangat setuju
                        Beri ‘4’ untuk setuju
                        Beri ‘3’ untuk netral

                        Beri ‘4’ untuk tidak setuju
                        Beri ‘4’ untuk sangat tidak setuju

Pengukuran variabel lebih berguna untuk variabel yang bersifat abstrak seperti sikap, motivasi, kinerja dll.

Untuk variabel seperti ini pengukuran tidak dapat secara langsung terhadap variabelnya, melainkan secara tidak langsung melalui indikan atau proksi-nya yang bisa diamati. Indikan atau proksi inilah yang dinamakan sebagai ‘fakta atau realitas’.

Contoh :
·       Untuk membedakan perusahaan yang melakukan perataan laba dan yang tidak melakukan perataan laba,  digunakan proksi ”Indeks Eckel (1981)”, dikutip assih dan Gudono.
·       Kalau ingin mengetahui partisipasi penyusunan anggaran oleh manajer diperlakukan pengukuran secara tidak langasung melalui indikan-indikan:
1.   Seberapa banyak keterlibatan manajer dalam penyusunan unsur-unsur anggaran
2.   Kepuasan terhadap finalisasi anggaran
3.   Seberapa penting pendapat manajer dalam penyusunan anggaran (Kren, 1992)

Pengukuran yang baik adalah pengukuran yang bisa menghasilkan isomorphism yaitu terjadi kesamaan antara realitas atau fakta yang diteliti dengan nilai yang diperoleh dari hasil pengukuran.

Sebagai contoh:
Pengukuran variabel partisipasi penyusunan anggaran di atas terhadap 4 orang manajer digunakan instrumen berskala 7 (1,2,...7). Sedangkan nilai partisipasi sesungguhnya adalah 1, 3, 6 dan 8. Pengukuran ini tidak menghasilkan isomorphism, karena terdapat nilai 8 yang tidak ada dalam instrumen pengukur.

Proses pengukuran di atas adalah melalui tahap-tahap mendefinisikan konsep secara konstitutif dan operasional.

Definisi konsep terutama diperlukan untuk pengukuran variabel yang abstrak atau yang tidak mudah terhubung dengan fakta.

Definisi konsep meliputi definisi konstitutif dan operasional (Kerlinger, 1975).
·       Definisi konstitutif adalah mendefinisikan konsep dengan konstruk lain.
·       Definisi operasional adalah memberikan pengertian terhadap konstruk atau variabel dengan memspesifikasikan kegiatan atau tindakan yang dperlukan peneliti untuk mengukur atau memanipulasinya.

à      terdapat dua definisi operasional dapat diketahui adanya dua macam definisi yakni : definisi operasional pengukuran dan definisi opersional eksperimental.

Contoh :
Definisi  konstitutif partisipaisi:
Partisipasi dalam penyusunan anggaran adalah seberapa jauh keterlibatan manajer di dalam menyusun aanggarannya sendiri (Milani, 1975).

Definisi  operasional partisipasi:
Partisipasi penyusunan anggaran diukur dengan pemeringkatan diri (self-rating) manajer pada skala pengukur tujuh point terhadap 6 unsur partisipasi manajer dalam penyusunan anggaran, revisi anggaran, diskusi dengan atasan atas inisiatif manajer, diskusi dengan atasan atas inisiatif atasan manajer, penyusunan anggaran final dan kontribusi manajer (Milani , 1975)
   
Definisi Operasional Eksperimental:
Definisi information asymetry oleh fisher et al (2002)

Fisher et al mendefinisikan variabel tersebut sebagai tahu tidaknya subyek eksperimen (bertindak sebagai bawahan) atas usulan dan tanggapan usulan anggaran bawahan lain, tanggapan anggaran supervisor (subyek ekspermen lain) kepada bawahan lain, dan jumlah anggaran final bawahan lain dan kinerja selama sesi negosiasi.

Fisher et al menguraikan rincian tindakan dalam memanipulasi variabel tersebut dengan membagi subyek eksperimen ke dalam subyek yang memiliki information asymetry rendah dan subyek yang memiliki information asymetry tinggi.

Tingkat ukuran variabel

Terdapat 4 tingkat ukuran yaitu:
·       Ukuran Nominal
·       Ukuran Ordinal
·       Ukuran Interval
·       Ukuran Ratio 
Category: 0 komentar

0 komentar:

Posting Komentar