Categories

Lesson 6

Blog Archive

Follower

Statistik

Pembelanjaan Hutang


Pembelanjaan Hutang (debt) sebagai sumber pendanaan akan
memiliki resiko (risk) berupa pembayaran bunga (interest) dan
pengembaliannya (repayment). Hal ini dikarenakan adanya prinsip The
Risk – return Tradeoff, yaitu: kecenderungan investor untuk memberikan
investasi kepada proyek dengan resiko yang tinggi, dengan tingkat
pengembalian yang diharapkan (expected return) akan tinggi pula
(keown dkk, 2001). Artinya: hutang/kredit dapat dipenuhi, apabila
tingkat suku bunga terhadap pinjaman tersebut sesuai dengan keinginan
kreditor atau investor.
Hutang yang digunakan untuk membelanjai kegiatan perusahaan
dapat dibagi dua, yaitu:
1. Hutang jangka pendek (short term debt)
2. Hutang jangka panjang (long term debt)

Hutang Jangka Pendek
Menurut Warren, Reeve & Fess, (2005), such liabilities that are to
be paid out of current assets and are due within a short time, usually one
year, are called current liabilities. Artinya: hutang jangka pendek akan
dikembalikan dalam tempo waktu kurang dari 1 tahun. Hutang jangka
pendek ini hanya dapat digunakan untuk pembiayaan investasi jangka
pendek pula, mis: pembiayaan aktiva lancar atau modal kerja.
Pendanaan hutang jangka pendek dapat berasal dari:
1. Pinjaman dari Lembaga Keuangan
Lembaga keuangan biasanya akan memiliki beberapa penilaian
tentang layak atau tidaknya suatu bisnis menerima pinjaman
investasi. Penilaian tersebut berkenaan dengan faktor-faktor sebagai
berikut:
a. rencana penggunaan pinjaman perusahaan
b. kondisi keuangan bisnis perusahaan
c. peramalan tentang industri atau lingkungan di sekitar bisnis
perusahaan
d. adanya jaminan dari perusahaan yang dapat digunakan
untuk mengembalikan pinjaman
`Persyaratan-persyaratan tersebut akan menentukan jumlah
pinjaman, jangka waktu pinjaman, jaminan terhadap pinjaman, dan
tingkat suku bunga pinjaman.
2. Menerbitkan Surat Dagang.
Surat dagang mis: surat hutang wesel, dan surat hutang lainnya
dengan tingkat suku bunga yang menarik.
3. Kredit Dagang
kredit dagang adalah surat hutang yang memiliki kekuatan hukum
lebih lemah dibandingkan surat dagang.
4. Sumber Keuangan Lainnya
mis: pegadaian, masyarakat pemodal (kreditor), dan sebagainya.
Hutang Jangka Panjang
Menurut Warren, Reeve, & Fess (2005), liabilities that will be due
for a long time (usually more than one year) are called long-term
liabilities. Artinya hutang jangka panjang akan diharapkan dibayarkan
kembali dalam kurun waktu lebih dari 1 tahun, mis: obligasi (bonds),
hipotik (mortage), dan sebagainya. Hutang jangka panjang dapat
digunakan untuk pembiayaan modal kerja ataupun membiayai aktiva
tetap.
Banyak perusahaan besar, yang umumnya membutuhkan dana
yang besar, memilih memperoleh dana dari obligasi, yaitu merupakan
surat hutang jangka panjang yang dibeli oleh para investor dari Negara.
Hal ini dikarenakan tingkat suku bunga obligasi yang relatif lebih rendah
dibandingkan pinjaman terhadap lembaga keuangan lainnya.
Ketika sebuah perusahaan berencana akan menerbitkan obligasi,
maka perusahaan tersebut akan membuat suatu indent document

(dokumen inden). Dokumen inden adalah suatu dokumen resmi yang
menerangkan atau menjamin kesanggupan perusahaan untuk
membayarkan hutang kepada pemegang Obligasi. Dokumen inden juga
mengungkapkan suatu Ciri call, yaitu hak kepada perusahaan penerbit
obligasi untuk melakukan pembelian kembali obligasi yang telah
diterbitkan sebelum jatuh temponya obligasi tersebut.
Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam
menggunakan pendanaan hutang untuk membelanjai aktivitas usaha
suatu bisnis, yaitu:
1. biaya
2. resiko
3. syarat-syarat yang ditetapkan kreditor.
4. tingkat inflasi
5. kemampulabaan
6. posisi likuidiatas
7. keamanan usaha.

0 komentar:

Posting Komentar