Categories

Lesson 6

Blog Archive

Follower

Statistik

KEBUTUHAN DANA


Suatu aktivitas bisnis tidak akan dapat berjalan dengan baik bila
tidak didukung oleh ketersediaan dana yang baik dan mencukupi. Bila
suatu aktivitas bisnis tidak dapat memenuhi permintaan barang atau jasa
sesuai dengan jumlah dan kriteria pelanggan dikarenakan bisnis tersebut
tidak memiliki dana yang cukup untuk melakukan proses produksinya,
maka sudah dapat dipastikan usaha bisnis tersebut akan terancam gagal.
Dalam menentukan besarnya dana yang akan diperlukan untuk
menjalankan suatu aktivitas bisnis, dibutuhkan suatu peramalan
(forecasting) yang baik. Peramalan atau taksiran ini berbeda-beda untuk
masing-masing jenis proyek. Pada umumnya, taksiran dana yang
dibutuhkan tersebut tergantung pada kompleksitas dari kegiatan
pendanaan itu sendiri, misalnya penentuan lokasi bisnis yang bergantung
kepada harga tanah. Semakin mahal harga tanah maka akan semakin

besar pula dana yang dibutuhkan oleh bisnis tersebut. Disamping itu,
terdapat pula faktor-faktor biaya yang akan dikeluarkan selama umur
bisnis tersebut.
Menurut carter dan Usry (2004) biaya adalah: nilai tukar,
pengeluaraan, pengorbanan untuk memperoleh manfat. Biaya seringkali
sinonim dengan beban. Biaya-biaya dapat dibagi dalam kategori
(diklasifikasi) menjadi biaya langsung, biaya utama, biaya konversi,
biaya tidak langsung, biaya tetap, biaya variabel, biaya terkendali, biaya
produk, baiya periode, biaya bersama (joint cost), biaya estiamsi, biaya
standar, biaya tertanam (sunk cost) dan biaya tunai.
Studi keuangan akan lebih memberikan pendalaman ke arah
bagaimana dana akan dialokasikan. Secara umum, pengalokasian dana

tersebut dapat dilakukan kedalam dua bentuk, yaitu untuk aktiva tetap
(fixed assets), dan untuk modal kerja (working capital).
1. Alokasi Dana Untuk Aktiva Tetap.
Aktiva tetap terdiri dari aktiva tetap berwujud (tangible
assets), dan aktiva tetap tidak berwujud (intangible assets). Menurut
Baridwan (1989.) aktiva tetap berwujud adalah aktiva yang berwujud
yang dapat digunakan dalam jangka waktu lebih dari satu periode
akuntansi. seperti tanah, gedung perkantoran dan peralatannya,
gedung pabrik dan mesin-mesin, dan aktiva tetap lainnya., Aktiva
tetap tidak berwujud adalah: aktiva tetap yang tidak berwujud secara
fisik yang memiliki umur lebih dari satu tahun seperti hak patent,
lisensi, copyright, goodwill, biaya pendahuluan, biaya-biaya praoperasional,
dan lain sebagainya.
2. Alokasi Dana Untuk Modal kerja.
Weston & Copeland (1995) mendefenisikan modal kerja
adalah investasi perusahaan dalam bentuk uang tunai, surat
berharga, piutang dan persediaan dikurang i beban lancar. Sedangkan
Sawir (2005), menyatakan modal kerja adalah keseluruhan aktiva
lancar yang dimiliki perusahaan untuk membiayai kegiatan operasi
sehari-hari.
Secara umum modal kerja dapat diartikan dalam dua
bentuk, yaitu: gross working capital dan net working capital. Menurut
Varn Horne dan wachowichz JR (2005) gross working capital adalah:
keseluruhan aktiva lancar yang akan digunakan dalam operasi.
Sedangkan net working capital menunjukkan kelebihan aktiva lancar
di atas hutang lancar. Modal kerja di sini akan diartikan sebagai
keseluruhan aktiva lancar yang akan digunakan untuk kegiatan
operasional bisnis, diluar dari penggunaan dana untuk aktiva tetap
yang tersebut diatas. Estimasi dari modal kerja tergantung kepada
rencana produksi dan penjualan dari bisnis tersebut. Semakin besar
rencana produksi dan penjualan yang akan dilaksanakan oleh suatu
bisnis, maka akan semakin besar pula modal kerja yang dibutuhkan.

0 komentar:

Posting Komentar