Categories

Lesson 6

Blog Archive

Follower

Statistik

Get Gifs at CodemySpace.com

pengertian metodologi penelitian


MASALAH PENELITIAN

Melakukan penelitian pada intinya adalah memecahkan masalah secara ilmiah. Pemikiran ini menggiring kita pada kesimpulan bahwa signifikansi sumbangsih penelitian terhadap pemecahan masalah atau pengembangan ilmu sangat ditentukan oleh fokus masalah penelitian. Masalah pada intinya adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan, antara teori dan praktek, antara visi dan realitas, dan sebagainya. 

A.    Pengertian Masalah
Masalah adalah setiap kesulitan yang mengerakkan manusia untuk memecahkannya (Marzukki, 2005: 20). Sutrisno Hadi mengidentifikasikan permasalahan sebagai perwujudan “ketiadaan, kelangkaan, ketimpangan, ketertinggalan, kejanggalan, ketidakserasian, kemerosotan dan semacamnya”. Seorang peneliti yang berpengalaman akan mudah menemukan permasalahan dari bidang yang ditekuninya; dan seringkali peneliti tersebut menemukan permasalahan secara “naluriah”; tidak dapat menjelaskan bagaimana cara menemukannya. (http://bahankuliah.wordpress.com/2009/05/14)

B.     Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah merupakan jawaban atas pertanyaan “mengapa masalah itu muncul?” artinya, masalah itu muncul akibat adanya rentetan masa lalu, yang telah terjadi, dan yang bakal muncul. Masalah yang diteliti biasanya bersifat ilmiah. Deskripsi latar belakang masalah ini sering kali menggunakan prinsip membandingkan apa yang ada pada permasalahan dan fakta yang terjadi. Dapat pula menggunakan konsep teoritis, isu yang sedang hangat dibicarakan, atau hasil- hasil penelitian sebelumnya.

C.     Identifikasi Masalah
Menurut Marzuki (2005: 20-21) ada beberapa sumber yang dapat dikaji untuk menemukan masalah, misalnya:
1.      Bacaan
Terutama laporan hasil penelitian yang mencantumkan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut, karena tidak pernah ada penelitian yang tuntas.
2.      Seminar, diskusi, atau penemuan ilmiah lain
Dengan mengikuti seminar atau diskusi terdapat kemungkinan munculnya masalah-masalah yang perlu penggarapan melalui penelitian.
3.      Pernyataan pemegang otoritas
4.      Pengamatan sepintas
Perjalanan atau peninjauan ke suatu tempat dapat menimbulkan ide untuk melakukan penelitian, misalnya
5.      Pengalaman pribadi
Pengalaman pribadi seseorang dapat pula menjadi sumber masalah baik yang berhubungan dengan kehidupan pribadinya maupun yang berkaitan dengan kehidupan profesinya.
6.      Perasaan intuitif
Timbul dari konsolidasi atau pengendapan berbagai informasi pada saat orang sedang istirahat atau bangun tidur.
Sedangkan menurut Stonner (Sugiono, 2009: 52-54) ada empat sumber masalah, yaitu:
1.      Terdapat penyimpangan antara pengalaman dan kenyataan
2.      Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan 
3.      Ada pengaduan. Dalam suatu organisasi sekolah yang tadinya tenang tidak ada masalah, ternyata setelah ada pihak tertentu yang mengadukan produk maupun layanan yang diberikan, maka timbul masalah dalam organisasi itu.
4.      Ada kompetisi. Adanya kompetisi dapat menimbulkan masalah besar, bila tidak dimanfaatkan untuk kerja sama.
D.    Perumusan Masalah
Rumusan masalah berbeda dengan masalah. Jika masalah itu merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi, maka rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Walaupun begitu terdapat kaitan erat antara masalah dan rumusan masalah, karena setiap rumusan masalah penelitian harus didasarkan pada masalah.
Perumusan masalah dinyatakan (1) dalam bentuk kalimat tanya, (2) secara padat dan jelas, (3) memungkinkan pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan yang terkandung dalam perumusan masalah. Selanjutnya rumusan masalah ini dijabarkan dalam tujuan penelitian dan diteruskan dengan pengajuan hipotesis penelitian. Terdapat bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian, yaitu:
a. Rumusan Masalah Deskriptif. Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Jadi dalam penelitian ini peneliti tidak membuat perbandingan variabel itu pada sampel yang lain dan mencari hubungan variabel itu dengan variabel yang lain. Contoh: Seberapa baik kinerja Departemen Pendidikan Nasional?
b.Rumusan Masalah Komparatif. Rumusan komparatif adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda. Contoh: Adakah perbedaan disiplin kerja guru antara sekolah di Kota dan di Desa? (satu variabel dua sampel)
c. Rumusan Masalah Asosiatif. Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Terdapat tiga bentuk hubungan yaitu: hubungan simetris, hubungan kausal, dan interaktif/reciprocal/timbal balik.
1)      Hubungan simetris yaitu suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersama. Jadi bukan hubungan kausan atau interaktif. Contoh: Adakah hubungan antara jumlah payung yang terjual dengan jumlah murid sekolah?
2)      Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi ada variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan dependen (dipengaruhi). Contoh: Seberapa besar pengaruh tata ruang kelas terhadap efisiensi pembelajaran di SMA?
Hubungan interaktif/resiprocal/timbal balik yaitu hubungan yang saling mempengaruhi. Di sini tidak diketahui mana variabel independen dan dependen. Contoh: Hubungan antara motivasi dan prestasi belajar anak SD di Kecamatan Sami. Di sini dapat dinyatakan motivasi mempengaruhi prestasi tetapi juga prestasi dapat mempengaruhi motivasi
Perumusan masalah dan pertanyaan penelitian sering dikacaukan. Perumusan masalah dapat dalam bentuk pertanyaan dan dapat pula dalam bentuk pernyataan. Sebaliknya, pertanyaan penelitian atau problematika penelitian selalu dalam bentuk pertanyaan atau pertanyaan- pertanyaan. Titik tekanan problem statement adalah apa masalah penelitian itu, sedangkan titik tekan pertanyaan penelitian lebih teknis sifatnya, yaitu mengacu pada tujuan, asumsi, hipotesis, dan bahkan instrumen secara sangat spesifik[1].
Dalam rangka merumuskan masalah penelitian, langkah-langkah yang sepatutnya ditempuh adalah sebagai berikut:
1.      mengenali keberadaan masalah.
2.      menganalisi variabel.
3.      mengidentifikasikan variabel.
4.      membuat rumusan masalah.

E.     PEMAPARAN PERMASALAHAN
Pemaparan masalah atau dengan istilah lain “Statement of the Problem” perlu memuat[2]:
1.      Pembicaraan tentang problem umum di sekitar topik
2.      Hasil- hasil penyelidikan dari literatur maupun lapangan yang masih relevan dengan pokok permasalahannya.
3.      Pembatasan dan pendefinisian masalah
Statemen tentang tujuan penyelidikan serta nilainya secara umum


[1] Prof. Dr. Sudarwan Danim, 2002, Menjadi Peneliti Kualitatif, Bandung : CV. Pustaka Setia,hal :
   89
[2] Drs. Amirul Hadi dan Drs.H. haryono,1998, Metodologi Penelitian Pendidikan, Bandung :
  Pustaka Setia, hal : 115

0 komentar:

Posting Komentar