Categories

Lesson 6

Blog Archive

Follower

Statistik

PENGERTIAN / ARTI ILMU KALAM


Adalah Ilmu yang merupakan sebuah ilmu yang mengkaji dokrin dokrin dasar
atau akidah-akidah pokok islam (Ushuluddin), Ilmu kalam mengidentifikasi akidahakidah
pokok dan berupaya membuktikan keabsahannya dan menjawab keraguan
terhadap akidah-akidah pokok.
Sumber-sumbernya Al-Quran , Hadist, Pemikiran manusia.
Obyek Pembahasan Ilmu Kalam
1. Masalah pengetahuan (al-Ma’rifah) cara memperolehnya, tujuan mengukuhkan
keyakinan mengenai pengetahuan informatif (al-ma’rifah al-khariyyah) ,
khususnya yang dibawa oleh Rasul, tujuannya untuk mengcounter pandangan
Thummamiyyah dan safsata’iyyah (sofisme) yang menolak pengetahuan
informatif.
2. Masalah kebaruan alam (huduts al’alam) yang bertujuan membuktikan kewujudan
zat yang maha pencipta. Ini merupakan bantahan terhadap filosofi .
3. Masalah Keesaan Allah sebagai bantahan terhadap pandangan tsanawiyah yang
meyakini eksistensi Tuhan Cahaya (al-Nur) dan Tuhan eksistensi Tuhan Cahaya
(al-nur) dan tuhan kegelapan (al-zulmah).
4. Masalah sifat Allah dan hubungannya dengan zat-Nya, apakah zat-Nya sama
dengan sifatnya, ataupun berbeda. Ini merupakan bantahan terhadap kaum
Mu’tazilah yang terpengaruh filsafat Yunani. Ketika konsep jawhar (substansi)
dan arad (aksiden) serta aqnumiyah (oknum dalam teologi kristen) yang
digunakan untuk menjustifikasi konsep teologis mereka, dimana Tuhan dianggap
akumulasi dari Bapak , anak, ruh kudus.

5. Masalah tanzih (pensucian) Allah dan penolakan tasybih (penyeruan Allah),
tujuan untuk membantah pandangan orang yahudi yang menambahkan Tuhan
dengan ciri-ciri manusia.
6. Masalah kalam Allah, baik qadim maupun baru, ini terpengaruh dengan
pandangan teologi Kristen mengenai al-Masih yang dianggap sebagai
kalimatullah, menurut teologi Kristen, Al-Masih adalah Tuhan sedangkan
pandangan Islam, beliau adalah Kalimatullah
7. Masalah Kenabian yang bertujuan untuk mengukuhkan keyakinan pada kenabian
Muhammad SAW, dan mengkonter sekte Sabi’ah dan Brahmana (hindu ) yang

menolak kebutuhan manusia pada nabi, Juga membantah orang-orang yahudi dan
Nasrani yang menolak kenabian Muhammad
8. Masalah Kemaksuman para Nabi yang bertujuan membantah pandangan Yahudu
bahwa Nabu mempunyai kelemahan , dosa , dan tidak Maksum.
9. Masalah tempat kembali (al-mi’ad) yang membantah pandangan reincarnation
(penjelmaan kembali). Agama Budha dan lainnya
10. Masalah al-jabr wa al-iktiyar (keterbatasan dan kebebasan berkehendak) yang
terpengaruh dengan pandangan freewill dan fatalisme filsafat Yunani.
Category: 0 komentar

0 komentar:

Poskan Komentar