Categories

Lesson 6

Blog Archive

Follower

Statistik

Komunikasi Lintas Budaya


A.      Pengertian Komunikasi Lintas Budaya
Secara sederhana, komunikasi bisnis lintas budaya adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis baik komunikasi verbal maupun komunikasi nonverbal dengan memperhatikan faktor-faktor budaya di suatu daerah, wilayah, atau negara. Pengertian lintas budaya dalam hal ini bukanlah semata-mata budaya asing (internasional), tetapi juga budaya daerah yang tumbuh dan berkembang di berbagai daerah dalam wilayah
suatu negara.
Sebagaimana diketahui, setiap daerah yang ada di Indonesia ini memiliki budaya yang tidak dimiliki oleh daerah lainnya, seperti bagaimana mereka memanfaatkan waktu yang ada, bagaimana mereka bekerja, bagaimana mereka meyakini atau mempercayai sesuatu yang sudah turun menurun dari nenek moyang mereka.
Apabila para pelaku bisnis akan melakukan ekspansi bisnisnya ke daerah lain atau negara lain, pemahaman budaya di suatu daerah atau negara tersebut menjadi sangat penting artinya, termasuk bagaimana memahami produk-produk musiman pada suatu negara. Hal ini dimaksudkan agar jangan sampai terjadi kesalahan baik terhadap bagaimana masyarakat suatu negara bersikap dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.
B.      Pentingnya Komunikasi Lintas Budaya
Era yang ditandai dengan semakin meluasnya berbagai produk dan jasa termasuk teknoogi komunikasi ini, menyebabkan pertukaran informasi dari suatu negara ke negara lain semakin leluasa, sehingga seolah dunia tidak lagi terikat dengan sekat-sekat yang membatasi wilayah suatu negara. Contoh sederhananya adalah masuknya sejumlah produk dan jasa dari luar negeri yang dapat dikonsumsi oleh konsumen di tanah air, seperti makanan cepat saji, minuman ringan, mainan anak, pakaian, dan perlengkapan komunikasi.
Dalam menyikapi era perdagangan bebas dan globalisasi, perusahaan besar mencoba melakukan bisnis secara global. Pada umumnya, perusahaan besar yang beroperasi di tanah air menggunakan konsultan asing untuk membantu mengembangkan perusahaan mereka. Begitu pula dengan perusahaan besar di tanah air yang mengembangkan bisnisnya ke berbagai negara.
C.      Memahami Budaya dan Perbedaannya
Setiap orang hidup, tumbuh, dan berkembang dalam suatu kelompok tertentu. Mereka masing-masing menerapkan suatu aturan maupun perilaku yang sesuai dengan budayanya. Contoh sederhananya adalah penampilan, cara berpakaian, dan berbicara diantara kelompok masing-masing akan berbeda.
I.     Definisi Budaya
Beberapa definisi tentang budaya:
a.    Menurut Lehman, Himstreet, dan Baty, budaya diartikan sebagai sekumpulan pengalaman hidup yang ada dalam masyarakat mereka sendiri.
b.    Menurut Hofstede, budaya diartikan sebagai pemrograman kolektif atas pikiran yang membedakan anggota suatu kategori orang dari kategori lainnya.
c.     Menurut Bovee dan Thill, budaya adalah system sharing atas simbol, kepercayaan, sikap, nilai, harapan, dan norma untuk berperilaku.
d.    Menurut Murphy dan Hilldebrandt, budaya diartikan sebagai tipikal karakteristik perilaku dlam suatu kelompok.
e.    Menurut Mitchel, budaya merupakan seperangkat nilai inti, kepercayaan, standar, pengetahuan, moral, hukum, dan perilaku yang disampaikan oleh individu dan masyarakat, yang menentukan bagaimana seseorang bertindak, berperasaan, dan memandang dirinya serta orang lain.
Berdasarkan beberapa pengertian budaya tersebut, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, antara lain bahwa budaya mencakup sekumpulan pengalaman hidup, pemrograman kolektif, system sharing, dan tipikal karakteristik perilaku setiap individu yang ada dalam suatu masyarakat, termasuk didalamnya tentang bagaimana sistem nilai, norma, simbol, dan kepercayaan atau keyakinan mereka masing-masing.

II.   Komponen Budaya
Menurut Cateora, budaya memiliki beberapa elemen, yaitu budaya material, lembaga sosial, sistem kepercayaan, estetika, dan bahasa.
Budaya material (material culture), dibedakan ke dalam 2 bagian, yaitu teknologi dan ekonomi. Teknologi mencakup teknik atau cara yang digunakan untuk mengubah atau membentuk material menjadi suatu produk yang dapat berguna bagi masyarakat pada umumnya. Sedangkan ekonomi adalah suatu cara orang menggunakan segala kemampuannya untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain.
Organisasi sosial (social institution) dan pendidikan adalah suatu lembaga yang berkaitan dengan cara bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain, mengorganisasikan kegiatan mereka untuk dapat hidup secara harmonis dengan yang lain.
Sistem kepercayaan atau keyakinan (belief systems) yang dianut oleh suatu masyarakat akan berpengaruh terhadap sistem nilai yang ada di masyarakat tersebut.
Estetika (aesthetics) berkaitan dengan seni, dongen, hikayat, musik, drama, dan tari-tarian. Nilai estetika yang ditunjukkan masyarakat dalam berbagai peran tentunya perlu dipahami secara benar, agar pesan yang disampaikan mencapai sasaran secara efektif.
Bahasa (language) adalah suatu cara yang digunakan dalam mengungkapkan sesuatu melalui simbol tertentu kepada orang lain. Bahasa juga merupakan saah satu komponen budaya yang paling sulit dipahami.

III. Tingkatan Budaya
Masing-masing tingkatan budaya dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.    Formal, merupakan sebuah tradisi yang dilakukan oleh suatu masyarakat yang turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya dan hal itu bersifat formal atau resmi.
b.    Informal, budaya lebih banyak diteruskan oleh suatu masyarakat dari generasi ke generasi berikutnya melalui apa yang didengar, dilihat, digunakan, dan dilakukan, tanpa diketahui alasannya mengapa hal itu dilakukan.
c.     Teknis, pada tingkatan ini bukti dan aturan merupakan hal terpenting. Terdapat suatu penjelasan yang logis mengapa sesuatu harus dilakukan da yang lain tidak boleh dilakukan.



IV. Mengenal Perbedaan Budaya
Dalam era globalisasi ketika banyak perusahaan asing yang melakukan kegiatan bisnis di Indonesia, diperlukan pemahaman yang baik dan benar terhadap budaya dalam suatu negara. Hal ini sangat diperlukan untuk menghindari kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Perbedaan budaya dapat dilihat dari :
a.    Nilai-nilai sosial
b.    Peran dan Status
c.     Pengambilan Keputusan
d.    Konsep Waktu
e.    Konsep Jarak Komunikasi
f.     Konteks Budaya
g.    Bahasa Tubuh
h.    Perilaku Sosial
i.      Perilaku Etis
j.      Perbedaan Budaya Perusahaan

D.      Komunikasi dengan Orang Berbudaya Asing
I.      Belajar tentang Budaya
Ketika merencanakan untuk melakukan bisnis dengan orang yang memiliki budaya berbeda, seseorang akan dapat berkomunikasi secara efektif bila ia telah mempelajari budayanya. Lagipula, ketika merencanakan untuk tinggal di negara lain, ia tentunya juga sudah mempersiapkan bahasa yang harus dikuasainya.
Di samping belajar bahasa,  Anda juga harus membaca buku dan artikel tentang budaya asing tersebut, dan selanjutnya menanyakan secara langsung kepada mitra bisnis Anda. Usahakan agar Anda berkonsentrasi belajar pada masalah yang berkaitan dengan sejarah budaya, agama, politik, nilai, dan adat istiadat.
II.    Mengembangkan Keterampilan Komunikasi Lintas Budaya
Mempelajari apa yang dapat dilakukan oleh seseorang tentang budaya tertentu sebenarnya merupakan suatu cara yang baik untuk menemukan bagaimana mengirim dan menerima pesan-pesan lintas budaya secara efektif. Namun, jangan terlalu yakin bahwa seseorang akan dapat memahami budaya orang lain secara utuh dan jangan mudah terbawa kepada pola generalisasi terhadap perilaku seseorang dan budaya yang berbeda.
Mempelajari keterampilan komunikasi lintas budaya pada umumnya aka membantu seseorang beradaptasi dalam setiap budaya, khususnya jika seseorang berhubungan dengan orang lain yang memiliki budaya berbeda.

0 komentar:

Poskan Komentar

Info Menarik !!! Klik Disini !!!

Fish

CHATBOX


ShoutMix chat widget